Sebelum Minta “Jatah” Perhatikan Ini…
Kadang mereka yang belum menikah bertanya-tanya, mengapa suami lebih bergairah kala istri berbadan dua. Bukankah ketika seorang wanita hamil, postur tubuhnya lebih gemuk cenderung enggak ada seksi-seksinya? Boyke menerangkan musababnya. Saat hamil, banyak perempuan memiliki payudara lebih padat serta bulat dan lekuk panggul lebih terbentuk. Istri tampak lebih seksi. Itulah yang membuat para suami minta “jatah”saat istri berbadan dua.
Boyke merekomendasikan tiga posisi berhubungan intim ketika istri sedang hamil:
1. Posisi sendok garpu alias posisi miring.
2. Posisi pria dari belakang
3. Posisi duduk
“Ketiga posisi ini memungkinkan penis tidak langsung menyentuh mulut rahim sehingga tidak menekan perut. Apalagi jika suami perutnya buncit, rahim dan kandungan akan kian tertekan sehingga risiko istri mengalami keguguran meningkat. Tiga posisi itu mengecilkan risiko ibu hamil mengalami nyeri punggung,”ujar dokter kelahiran 14 Desember itu.
Di sisi lain, banyak ibu hamil libidonya meningkat ketika berbadan dua. Doyke mengatakan, 40 sampai 50 persen ibu hamil mengalami peningkatan libido. Ini, kata Boyke, disebabkan kadar hormon yang meningkat. Selain itu, secara psikologis ibu hamil merasa dirinya lebih sempurna karena ia telah resmi menjadi istri dan tinggal selangkah lagi menjadi ibu. Naiknya kadar hormon dan rasa percaya diri membuat perempuan tidak ragu untuk meladeni kode dari suami.
Jadi, ada tiga kemungkinan saat istri berbadan dua. Suami minta “jatah” sementara istri enggan. Suami minta “jatah”dan istri siap meladeni. Atau istri yang minta “jatah”sementara suami ketar-ketir memikirkan nasib jabang bayi. Atas tiga kemungkinan ini, Boyke memberi lima saran:
1. Saat melakukan hubungan intim, suami-istri harus sepakat atau sama-sama mau. “Kasus yang sering terjadi, suami minta ‘jatah’ padahal istri sedang mengalami emesis (muntah-muntah) atau istri secara psikologis sedang tidak nyaman dengan perubahan bentuk tubuhnya sendiri. Dalam hal ini, suami harus peka melihat gelagat,”Boyke mengingatkan.
2. Jika kedua pihak sudah sepakat, lakukan foreplay secukupnya. Jangan karena libido meninggi, suami mengabaikan foreplay alias langsung tancap. Lakukan foreplay lima sampai tujuh menit. Misalnya, dengan mengusap di area dada, tubuh termasuk perut, dan “Miss V”
3. Hindari posisi misionaris. Soal posisi ini, Boyke memberikan peringatan keras, “Saya melarang pasutri mempraktikkan posisi misionaris karena posisi itu membuat istri merasakan tekanan pada punggung, perut, dan serviks sehingga serviks berpotensi mengalami perdarahan.”



















































































































Komentar Terbaru