Terbukti rakyat semakin menderita jumlah kemiskinan bertambah, sementara para pejabat dan kelompoknya serta pengusaha semakin kaya, walaupun dalam keadaan resesi pandemi kekayaan mereka meningkat pesat.
Dari dua bentuk kerusakan bernegara diatas, maka harus difahami dan disadari bahwa pemimpin yang menjadi pilihan utama bukanlah yang sekedar dapat menyelesaikan kerusakan pada kebijakan pemerintah walau memiliki jejak langkah untuk itu. Tetapi sebaliknya adalah pemimpin yang dapat membuat perubahan atas pembajakan konstitusi yang berlaku saat ini.
Ciri-cirinya harus jelas sejak awal dan bahkan pada rekam jejak langkah, konsistensi yang tinggi dalam usaha membenahi bangsa baik dari dalam maupun dari luar pemerintahanserta memiliki keberanian dan prioritas untuk menata ulang sistim demokrasi pada alur konstitusi. Dan ini hanya terlihat jelas pada sosok tokoh bangsa Dr. Rizal Ramli.
Maka perlu sekali adanya “polling elektabilitas akademik” untuk membantu rakyat mendapatkan sosok calon pemimpin bangsa yang ideal dari segala aspek. Apalagi jika perubahan politik itu berlaku secara cepat, maka hanya terlihat Dr. Rizal Ramli yang mampu tampil sebagai pemimpin untuk mengatasi segala situasi kritis dan krisis.
(Penulis adalah pengajar alumnus Gontor dan Al Azhar Mesir)





























































































Beri Komentar