Elizabeth merupakan pendukung setia asosiasi itu sepanjang hidupnya. Namun, Persemakmuran kian bergulat dengan ikatan mereka dengan masa penjajahan.
Alhasil, para anggota pun tengah mempertimbangkan kembali hubungan mereka dengan kelompok tersebut.
Salah satunya adalah Gambia yang menarik diri pada 2013. Pihaknya mencela Persemakmuran sebagai ‘lembaga neo-kolonial’. Kendati demikian, negara itu kembali bergabung usai presiden baru terpilih pada 2018.
Usai kemangkatan Elizabeth, periode transformasi tiba di Persemakmuran. Negara-negara anggota tampaknya akan mulai menjauhkan diri dari asosiasi itu, terutama di Karibia.
Pertanyaan tentang referendum pun kembali menggema dari Alam Persemakmuran. Mereka ingin menyusul Barbados yang mencopot Elizabeth sebagai kepala negaranya pada November 2021.
Australia
Masyarakat Australia menyampaikan belasungkawa atas kepergian Elizabeth pada Jumat (9/9). Tetapi, kaum republiken menggunakan momentum itu untuk menghidupkan kembali perdebatan seputar mengakhiri hubungan negara dengan sang penguasa monarki.
“Simpati kami bersama keluarganya dan semua orang yang mencintainya. Sekarang Australia harus bergerak maju,” tegas pemimpin Partai Hijau Australia, Adam Bandt, dikutip dari Reuters.
“Kami membutuhkan Perjanjian dengan orang-orang First Nations, dan kami perlu menjadi Republik,” lanjut dia.
Tokoh republiken terkemuka itu kemudian memicu kritik. Sejumlah rekannya menuduh, dia bersikap tidak sopan karena mengangkat permasalahan itu beberapa jam usai kemangkatan Elizabeth.
Australia telah memperdebatkan kekuasaan monarki sejak dahulu. Referendumnya mendapati kekalahan dengan 55 persen suara yang menentang pada 1999.
Gerakan Republik Australia mengungkapkan belasungkawa atas kabar duka dari Inggris. Pihaknya mencatat, Ratu mendukung hak mereka untuk merdeka selama referendum tersebut.
Gerakan itu menegaskan, isu tersebut lantas merupakan permasalahan bagi rakyat. Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, adalah pendukung gerakan republik. Tetapi, dia tidak menyinggung isu itu ketika menanggapi kemangkatan Elizabeth.
“Hari ini adalah hari untuk satu hal dan satu hal saja, yaitu untuk memberi penghormatan kepada Ratu Elizabeth II,” jelas Albanese.
Bahama
Perdebatan serupa juga meletus di Karibia. Jamaika dan Bahama kembali menyerukan untuk segera mencopot penguasa monarki dari jabatan kepala negara. Mereka juga menuntut reparasi atau ganti rugi atas sejarah perbudakan Inggris.
Lebih dari sepuluh juta orang Afrika dibelenggu ke dalam perdagangan budak Eropa antara abad ke-15 dan ke-19. Para penyintas dipaksa bekerja di perkebunan di Karibia dan Amerika.


















































































































Komentar Terbaru