UPDATE

NASIONAL

5 Negara Persemakmuran Ingin Lepas dari Inggris Usai Ratu Elizabeth II Mangkat

Kedua negara mengharapkan, mereka dapat melihat kemajuan dalam proses reparasi ketika penguasa monarki berganti, yaitu selama masa kekuasaan Raja Charles III.

“Ketika peran monarki berubah, kami berharap ini bisa menjadi kesempatan untuk memajukan diskusi tentang reparasi untuk wilayah kami,” ungkap akademisi dari Bahamas National Reparations Committee, Niambi Hall-Campbell.

Hall-Campbell mengirimkan belasungkawa kepada keluarga Elizabeth. Dia kemudian menggarisbawahi pengakuan Charles perbudakan Inggris. Hall-Campbell lantas berharap Charles dapat menyokong upaya mereka mendapatkan keadilan.

Jamaika

Perdana Menteri Jamaika, Andrew Holness, mengatakan bahwa negaranya mengenang Elizabeth. Sementara itu, para aktivis negara tersebut mengungkapkan harapan kepada penerusnya, Charles.

Pemerintah Jamaika sempat mengumumkan rencana untuk meminta kompensasi atas perbudakan pada 2021. Pihaknya merujuk pada kerja paksa yang menjerat sekitar 600.000 orang Afrika.

Para korban bekerja di perkebunan tebu dan pisang yang menghasilkan kekayaan melimpah bagi pemilik budak Inggris. Kini, para advokat reparasi mengalihkan perhatian pada Charles.

Sebab, pernyataannya selama konferensi di Kigali mengindikasikan keterbukaan terhadap reparasi atas perbudakan Inggris.

Menurut mereka, Charles dapat memimpin pembicaraan tersebut. Sebelumnya, para aktivis telah mengajukan surat menuntut permintaan maaf saat kunjungan Pangeran William.

“[Charles] menawarkan harapan bahwa dia akan belajar dari sejarah, memahami dampak menyakitkan yang dialami banyak negara sampai hari ini,” kata advokat reparasi Jamaika, Rosalea Hamilton.

Sementara itu, masyarakat juga mendukung pencopotan penguasa monarki sebagai kepala negara. Oposisi parlemen mengajukan mosi pencopotan itu pada 2020.

“Saya berharap seperti yang dikatakan perdana menteri dalam salah satu ungkapannya, bahwa dia akan bergerak lebih cepat ketika ada penguasa monarki baru,” kata seorang anggota oposisi parlemen Jamaika, Mikael Phillips.

Antigua dan Barbuda

Ketika mendengar kabar tentang Elizabeth, Antigua dan Barbuda memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang. Perdana Menteri Antigua dan Barbuda, Gaston Browne, menyanjung sang penguasa dalam ucapan belasungkawanya.

“Yang Mulia Ratu Elizabeth II memiliki pemerintahan yang berpengaruh, di mana hubungannya dengan negara saya dan rakyatnya tetap saling menghormati dan tidak berubah,” ujar Browne.

Sebelumnya, Browne telah menegaskan komitmen untuk meraih kemerdekaan penuh. Dia mengatakan, pemutusan hubungan dengan Elizabeth adalah aspirasi seluruh Karibia.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3 4 5

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.