Fithriady menjelaskan, dari 212 lulusan semerter ganjil tahun ini 98 di antaranya meraih predikat pujian, 97 orang lulus dengan predikat sangat baik dan 17 orang dinyatakan lulus dengan predikat baik. Kepada lulusan terbaik masing-masing prodi diberikan penghargaan, antara lain Shetty Nursabna dari prodi Perbankan Syariah dengan IPK 3.86, Silam dari Prodi Ekonomi Syariah dengan IPK 3.83, dan Ayyastakim Aulia dari prodi Ilmu Ekonomi dengan IPK 3.71.
Wadek I Fithriady menambahkan, pada kesempatan itu Pimpinan FEBI mengundang Kepala Pelaksana Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Aceh, Rahmad Faisal, ST untuk menyampaikan Orasi Ilmiah tentang Peningkatan Kompetensi Lulusan dan Kesiapan Memasuki Dunia Kerja.
Selain itu, disela prosesi yudisium tersebut juga dilakukan penandatanganan naskah kerja sama antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Banda Aceh, dan PT Navara Aluzma Financial.
Wakil Dekan bidang Kerjasama dan Kemahasiswaan FEBI, Analiansyah, mengatakan penandatanganan naskah kerja sama tersebut dilakukan oleh Dekan FEBI UIN Ar-Raniry Hafas Furqani dengan Kepala BPVP Banda Aceh, Rahmad Faisal, dan Direktur Utama PT Navara Aluzma Financial Safrizal Soufyan.
Analiansyah menyebutkan, sebelumnya FEBI UIN Ar-Raniry juga telah melakukan beberapa kerja sama strategis, antara lain dengan Direktorat Jendral Pajak Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Badan Pusat Statistik, Pusat Pelatihan dan Pengembangan dan Kajian Hukum Administrasi Negara (Puslatbang KHAN) LAN Aceh, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Ashabul Kahfi Islamic Centre (AKIC) Sydney Australia dan Bank Gala Abdiya.
”Dari beberapa kerja sama yang telah dilakukan, Alhamdulillah kita telah melahirkan tujuh lembaga di lingkungan FEBI untuk mendorong pengembangan ekonomi dan bisnis Islam, antara lain Galeri Investasi Syariah, ZISWAF Centre, Pusat Studi Halal, Pojok Statistik, Tax Center, Pusat Inkubasi Bisnis Syari’ah dan CENTREIFP (Centre for Training and Research in Islamic Economics, Finance and Public Policy),” ujarnya.
Analiansyah berharap, berbagai kegiatan akademik dan kerjasama yang dijalin dengan para stakeholder, industri jasa keuangan Syariah, dan pihak pemerintah atau otoritas dapat menjadi pendorong berkembangnya sistem ekonomi Islam di Indonesia dan khusunya di Aceh.[]


















































































































Komentar Terbaru