UPDATE

NASIONAL

Cerita Jurnalis di Halmahera yang Dianiaya Tiga Prajurit TNI AL: Jangan Bunuh, Anak Saya Masih Kecil

“Nah, itu tadi waktu datang panggil saya sudah bilang, jangan pergi,” ucap Asmiati dengan air mata. Suaminya terdiam. “Melihat anak dan istri, saya langsung nangis,” tutur Sukandi dengan suara bergetar di seberang telepon.

Kini perih, di tubuhnya belum hilang. Ia memperlihatkan video berisi bekas luka di bagian punggung dan lengan dengan bekas goresan sekitar sepuluh sentimeter. Dia mengatakan luka itu mulai membaik. “Punggung, bagian dada, dan tangan bagian kiri masih sakit. Sakit sekali,” ucap dia.

Nyeri pun masih terasa di bagian kepala. Setelah dipulangkan dia memang dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Labuha, Halmahera Selatan. Dia sempat meminta pulang karena merasa tak punya uang membiayai ongkos perawatan. Namun, dokter mencegahnya karena mengkhawatirkan pendarahan di bagian kepala. Saat itu dia bertahan.

“Alhamdulillah sedikit membaik. Hanya kepala saya masih terasa keram-keram. Jadi masih butuh waktu berobat. Yang digunakan saat ini obat tradisional,” kata dia.

Tanggapan TNI AL

TNI Angkatan Laut menjamin proses hukum terhadap prajurit yang menganiaya Sukandi terus berjalan sampai tuntas.

Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Ternate Kolonel Marinir Ridwan Aziz menyatakan Miftahuddin saat ini dimintai keterangan oleh polisi militer TNI AL.

Ia membantah pula pernyataan yang menyebut ajakan damai terhadap korban bakal menggugurkan proses hukum terhadap pelaku. “Kami melakukan aksi damai dengan yang bersangkutan (korban, red.) itu tidak untuk menghentikan penyelidikan terhadap permasalahannya atau kasus anggota di dalam kami tetap laksanakan tindakan sesuai hukum yang berlaku. Kami tidak gugurkan,” kata Danlanal Ternate dikutip dari Antara.

Dia menyebut polisi militer TNI AL saat ini masih mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan dari prajurit yang diyakini menganiaya Sukandi.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3 4

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.