Pemanfaatan Data dan Analitik
Sistem CRM menyediakan laporan dan analytics yang bisa diatur sesuai kebutuhan. Laporan penelitian menunjukkan bahwa analisa data dan dashboard pengukuran adalah teknologi yang paling banyak diintegrasikan dengan sistem CRM dalam lima tahun terakhir. Analisa data kini menjadi salah satu bagian terpenting dalam sistem CRM. Dengan pemantauan yang cermat, laporan data tentang pelanggan dapat menjadi informasi yang berguna untuk meningkatkan penjualan, mempertahankan pelanggan, dan mengambil keputusan bisnis yang lebih baik.
Analitik prediktif juga sedang berkembang pesat. Analitik prediktif menggunakan data untuk memperkirakan pendapatan dan tren bisnis di masa mendatang. Perusahaan dapat menggunakan analitik prediktif untuk:
- Membuat keputusan yang tepat tentang pengeluaran dan pemasaran.
- Melihat sudah sejauh mana pencapaian target.
Berdasarkan prediksi, pasar analitik prediktif diperkirakan akan tumbuh dari 10,5 miliar menjadi 28,1 miliar pada tahun 2026.
Integrasi AI
Berikut adalah beberapa contoh penerapan AI dalam CRM:
- Otomatisasi tugas: AI dapat digunakan untuk mengotomatiskan tugas-tugas seperti data entry, mengarahkan prospek menuju sales funnel, dan menjadwalkan janji temu.
- Chatbot AI untuk customer service: Chatbot AI dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan umum tentang produk/jasa, membantu pelanggan menyelesaikan masalah melalui pengajuan tiket aduan/permintaan, dan mengumpulkan feedback.
- Analisis data dengan kecerdasan buatan (AI) untuk mengenali pola perilaku pelanggan: Dengan bantuan analisa data AI, tim penjualan bisa lebih mudah beradaptasi dengan perubahan pasar. Analisa ini memberikan informasi terbaru tentang apa yang diinginkan pelanggan (preferensi), perasaan mereka (sentimen), dan berbagai hal lain yang bisa meningkatkan peluang pembelian. Dengan informasi selengkap ini, tim penjualan tidak lagi hanya fokus menawarkan produk, tetapi bisa beralih ke insight-related selling, yaitu penjualan yang didasarkan pada pemahaman yang mendalam tentang pelanggan.
Penjualan Internal Semakin Mendominasi
Sejak pandemi, penjualan internal, yaitu praktik menjual ke pelanggan secara remote (jarak jauh) alih-alih secara tatap muka, menjadi semakin populer. Menurut sebuah studi di tahun 2022, lebih dari 60% pembeli memilih melakukan pemesanan melalui interaksi jarak jauh atau layanan mandiri digital. Karenanya, tren CRM untuk bisnis B2B lebih berinvestasi pada berbagai alat untuk mempermudah penjualan daring, seperti:- Portal swalayan (self-service portal) yang memungkinkan pelanggan untuk mencari informasi dan menyelesaikan masalah secara mandiri.
- Teknologi berbasis cloud (penyimpanan awan) untuk membuat data dan aplikasi CRM mudah diakses dari mana saja dan kapan saja.
Fokus pada Pengalaman Pelanggan
Saat ini bisnis makin berfokus pada pelanggan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sudah menjadi rahasia umum bahwa pelanggan cenderung akan kembali membeli produk/jasa kamu jika mereka mendapatkan pengalaman berbelanja yang baik. Dalam hal pengalaman pelanggan, kemudahan adalah faktor paling penting. Karenanya, tren CRM yang berpotensi paling sukses adalah yang user-friendly alias mudah digunakan. Hal ini akan membuat data lebih mudah diakses dan dianalisis.
















































































































Komentar Terbaru