UPDATE

NASIONAL

Tukang Martabak yang Viralkan Dugaan Petugas Dishub ‘Malak’: Tidak Laku, Dipolisikan pula

Ponimin bercerita, sehari usai kejadian cekcok dengan anggota Dishub pada Selasa (14/5), ia masih berjualan. Namun, ia tak bisa beraktivitas secara leluasa seperti biasanya:

Ada mobil dari Pemerintahan Kota (Pemko) Medan yang diparkirkan dekat mobil pikap yang ia gunakan untuk berjualan.

“Selasa saya buka kira-kira pukul 20.30 WIB kurang lebih, lagi jualan masuk personel Dishub, mobil derek 2, mobil Dinas Pertamanan crane 1 dan anggota Dishub banyak,” kata Ponimin saat ditemui di Jalan Gajah Mada pada Rabu malam (15/5).

“Enggak lama kemudian mobil derek dimundurkan di sampingnya mobil jualan kita, hanya (berjarak) sekitar 30 cm. Sehingga tidak bisa beraktivitas,” sambungnya.

Kata Ponimin, seorang personel Dishub sempat mendatangi dirinya untuk menanyakan kepemilikan mobil. Namun, belum sempat direspons, personel tersebut malah pergi.

Ponimin pun mengaku menunggu. Namun, tidak ada kejelasan. Hingga sekitar pukul 22.00 WIB, petugas Dishub mulai membubarkan diri.

Ia juga memilih menutup dagangannya lantaran tak ada pembeli.

“Saat itu lampu jualan juga sudah dimatikan sehingga otomatis sudah tutuplah dan orang-orang pun mau beli takut,” kata dia.’

“Malam itu martabak saya laku 2 loyang. Sisa adonan saya masih banyak dan saya buang. karena adonan martabak gak bisa untuk besok,” sambung dia.

Malak martabak lewat jukir

Kata Ponimin, anggota Dishub sebelumnya memang meminta martabak miliknya. Namun, tidak secara langsung. Melainkan, menyuruh seorang juru parkir di lokasi.

“Pertama yang juru parkir ini datangi saya yang sedang menggoreng. Kemudian dia bilang ‘buk, pesan martabak ya buk. Dishub’. Terus saya pikir, kalau berhubungan yang kaya gini pasti entah kaya mana (pembayarannya),” sambungnya.

Di sisi lain, Ponimin menjelaskan bahwa ia tidak mengklaim bahwa anggota Dishub memalak 5 martabak.

“Ini perlu diklarifikasi, dalam video dijelaskan meminta martabak 5 loyang. Itu salah, saya gak ada mengucapkan kata-kata itu,” kata dia.

“Dipesan hanya coklat kacang,” tuturnya.

Pasrah dipolisikan

Ponimin dan istrinya, Siska, pasrah dilaporkan ke polisi. Keduanya dilaporkan oleh seorang personel Dishub bernama Julianto Chandra (38 tahun) atas dugaan pencemaran nama baik.

“Saya sebagai masyarakat merasa sedih, sedih sekali memang,” kata Ponimin.

“Tapi kalau memang prosedurnya berjalan begini, ya sudah. Jika saya dipanggil kepolisian, saya akan memberikan keterangan yang sebenarnya,” sambungnya.

Di sisi lain, Ponimin mengaku heran. Sebab, selain dipolisikan, meteran listriknya juga dicabut.

“Saya jualan di trotoar salah. Saya akui. Tapi kenapa meteran listrik saya jualan diambil? Meteran saya resmi, enggak curi arus,” kata dia.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.