Permintaan itu disampaikannya lantaran SYL merasa dirinya tidak bersalah sebagaimana tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Permohonan saya kiranya Yang Mulia Majelis Hakim diberikan kekuatan oleh Allah SWT agar dapat menegakkan keadilan terhadap saya dengan menjatuhkan putusan bebas atau jika tetap menganggap saya bersalah, mohon menjatuhkan putusan yang seadil-adilnya,” ujar SYL saat duduk di kursi terdakwa, di hadapan Majelis Hakim.
Bahkan SYL mengklaim dirinya lebih banyak dizalimi dalam perkara ini.
“Saya berserah diri kepada Allah SWT atas tuntutan tersebut, akan tetapi saya merasa dizalimi karena dianggap melakukan perbuatan yang memang tidak pernah saya lakukan,” ujar SYL.
6. Mengaku Tulus Mengabdi
Selain tak merasa bersalah, SYL juga memamerkan prestasi-prestasinya selama menjadi pejabat negara sejak dia lurah hingga menteri.
Dari sederet prestasi itu, katanya mencerminkan niat tulusnya untuk mengabdi dan tidak korupsi.
“Riwayat pengabdian saya kepada negara yang menunjukkan bahwa watak dan karakter kepribadian maupun kepemimpinan saya selama puluhan tahun mengabdi kepada negara senantiasa dilandasi niat tulus dan itikad baik untuk memberikan sumbangsih bagi bangsa serta tidak pernah memiliki niat apalagi perilaku koruptif,” kata SYL.
7. Singgung Istilah ABS
Ia kemudian mengungkit istilah yang sempat populer pada zaman orde lama, yakni “Asal Bapak Senang (ABS).”
Istilah “Asal Bapak Senang” diungkit SYL saat membahas fenomena sikap anak buah terhadap atasan.
“Kreativitas bawahan untuk membangun kepercayaan atasan biasa kita sebut dengan istilah Asal Bapak Senang, adalah istilah yang telah hadir sejak dimulainya perjalanan bangsa. Asal Bapak Senang sebuah grup band yang diberi nama oleh seorang ajudan Presiden Soekarno hanya karena beliau tidak mengetahui nama band tersebut,” ujar SYL.
Di zaman ini menurut SYL fenomena tersebut masih terjadi, bahkan lebih ekstrem. Tak terkecuali di lingkungan Kementan.
Ekstremnya budaya ABS itu menurut SYL dilakukan beberapa pegawai Kementan dengan melayani keluarga menteri.
“Banyak cara yang dilakukan insan kementan untuk melakukan pendekatan salah satunya melalui ‘dapur,’ dimana mengatakan ‘aman’ dengan melayani keluarga saya seolah-olah memang bagian dari hak dan fasilitas dari seorang menteri beserta keluarganya dengan harapan jabatannya aman bahkan naik,” kata SYL.
8. Pegawai Cari Muka
SYL pun mengakui anggota keluarganya didekati beberapa pegawai Kementan.
Pendekatan dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari pembelian tiket dan perbaikan.


















































































































Komentar Terbaru