UPDATE

NASIONAL

Memilukan! Isi Pesan yang Ditulis Ibu dan Anak Tinggal Kerangka: Aku Hanya Minta Uang Sekolah

Lalu, ada tulisan Indah lainnya yang juga ditujukan pada Mudjoyo.

Ia meminta agar tumahnya diwakafkan untuk masjid warga Tanimulya.

Indah juga berpesan pada RT setempat untuk mewujudkan keinginannya itu dengan menagih ke Mudjoyo.

“Aku minta rumah ini diwakafkan untuk masjid Tanimulya. Kalau Mudjoyo Tjandra tidak menyerahkan untuk didirikan masjid di tempat ini, berarti sudah menjadi penjahat karena merebut hak saya dan warga Tanimulya untuk warga RT 10.”

“Pak RT tolong tagih rumah ini dan harus jadi masjid atas kematian saya,” urai Indah.

Lebih lanjut, ada sebuah pesan lain yang memberikan petunjuk kepada polisi untuk menemukan sebuah USB.

Dalam pesan itu, tertulis ada pesan untuk polisi dalam bentuk web.

“Warning !!! Cari USB ada 4 USB Drive aku tulisan pesan untuk dibaca pak polisi dalam bentuk web,” bunyi pesan itu.

Tulisan yang ditemukan polisi saat olah TKP itu diduga berkaitan dengan permasalahan keluarga yang dialami rumah tangga Indah.

Terkait hal itu, AKBP Tri Suhartanto mengungkapkan tulisan Indah dan Elia akan dicocokkan dengan tipografi yang biasa ditulis oleh keduanya di media tulis, seperti kertas.

“Konteksnya berkaitan dengan permasalahan yang dialami. Nantinya akan dipastikan terlebih dahulu, apakah tulisan yang ada di tembok itu sama dengan tulisan milik dua kerangka itu yang ditulis di media lain,” ujar AKBP Tri.

Polisi Masih Perlu Bukti Lain

Lebih lanjut, Tri menuturkan, tulisan-tulisan tersebut bakal dijadikan bukti penunjang.

Sekali lagi, ia menekankan pihaknya masih akan mencocokkan tulisan di tembok dengan tulisan tangan Indah dan Elia.

“Tulisan-tulisan tangan itu sebagai bukti penunjang, ya. Kita nanti akan mencocokkan antara bukti yang ada di dalam tembok dengan tulisan di dalam buku,” ujarnya.

“Untuk sementara, kita tidak bisa menyimpulkan, jadi mohon waktu.”

“Sebenarnya sudah ada dan kita bisa menyimpulkan, tapi itu tadi, kita harus tahu dulu penyebab kematian,” imbuhnya.

Pihak kepolisian pun enggan terburu-buru untuk menyimpulkan penyebab kematian ibu dan anak tersebut.

Menurut Tri, pihaknya masih memerlukan bukti-bukti lain.

“Jangan sampai kita menyimpulkan sekarang, tahu-tahu ternyata penyebab kematiannya lain,” ujar Tri.

“Itu tadi saya sampaikan bahwa kita masih memerlukan bukti-bukti yang lain yaitu apa penyebab kematian dari kedua korban tersebut.”

“Baru kita bisa menjelaskan, tapi kalau sekarang kan hanya persepsi,” sambungnya.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan sejumlah barang bukti.

Polisi juga memeriksa saksi-saksi, mulai dari orang yang pertama kali menemukan kerangka, kerabat, hingga tetangga Indah.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.