Israel membalasnya lewat serangan udara massal melibatkan belasan jet tempur ke Pelabuhan Hodeideh yang menghancurkan kilang minyak, pelabuhan, dan infrastruktur kelistrikan Yaman.
Pertanyaannya, siapa sesungguhnya Ansar Allah Yaman ini? Bagaimana mereka bisa meningkatkan kapasitas militernya begit signifikan, di negara termiskin di jazirah Arab yang kaya migas itu? Siapa di belakangnya?
Amerika Serikat dan Inggris telah mengecam keras kelompok Houthi yang membuat mereka malu berat setelah pesawat nirawak MQ-9 Reaper senilai $ 31 juta itu tumbang di langit Yaman.
Sebaliknya, tokoh Biro Politik Houthi, Ali al-Qahoum, bersumpah mereka akan menghadapi setiap tindakan agresi asing dengan cara sangat menyakitkan.
Nasruddin Amer, tokoh politik Houthi menambahkan, Amerika, Inggris dan sekutunya takkan bisa mengalahkan mereka.
Mengutarakan dukungannya kepada rakyat Palestina, ia sesumbar, jika pun seluruh dunia menyerang Sanaa, mereka tidak akan pernah meninggalkan Gaza.
Houthi Yaman telah menunjukkan bukti-bukti tak terbantahkan lewat aksi blokade dan serangan mematikan mereka atas kapal-kapal terkait Israel yang melintas di Laut Merah dan Laut Arab.
Houthi Yaman juga pernah menembakkan sejumlah rudal balistik melintasi Laut Merah tembus ke kota pelabuhan Eilat Israel.
Dari semua capaian Houthi Yaman di perang mereka melawan koalisi Arab dan barat, secara material mungkin tidak sebanding dengan korban jiwa dan harta serta kerusakan yang diderita Yaman.
Bagi Amerika dan sekutunya, kehancuran 10 drone MQ9 Reaper bernilai sangat mahal itu jelas menjadikannya ancaman terbesar program pesawat nirawak pembunuh di kawasan Asia Barat.
Reaper hanya mencakup sepersepuluh pesawat barat, berawak atau tak berawak, yang telah jatuh karena alasan teknis atau ditembak jatuh di Yaman.
Anshar Allah atau Ansarullah Yaman sukses melenyapkan helikopter UH60 Black Hawk milik AS di lepas pantai Yaman pada tanggal 26 Agustus 2017.
Tiga jet tempur F-16 buatan Amerika (milik Maroko, Bahrain, dan Yordania) hilang dalam pertempuran selama Mei 2015, Desember 2015, dan Februari 2017.
Ada sedikitnya 64 pesawat intai, serang, heli tanpa awak produk Amerika yang dioperasikan pasukan koalisi Arab, juga termasuk drone Scan Eagle, Seeker 400 dari Inggris telah tumbang.
Houthi juga merontokkan 11 pesawat tempur Mirage 2000, Eurofighter Typhoon, F-15, dan Tornado, serta helikopter Ah-64 Apache, AH-60, S-70 Black Hawk, dan SA-365 buatan Amerika Serikat.
Kemampuan militer Houthi yang awalnya hanya kelompok minoritas Zaidiyah di Yaman Utara, diawali sejarah panjang hubungan dua pemerintahan Yaman dengan Uni Soviet di era perang dingin.



















































































































Komentar Terbaru