UPDATE

NASIONAL

Kekuatan Tersembunyi Houthi Yaman Bikin Gentar

Pada tahun 60an, Moskow menandatangani perjanjian kerja sama dengan Republik Arab Yaman atau Yaman Utara, yang wilayahnya meliputi sebagian besar wilayah yang dikuasai Houthi.

Uni Soviet juga merajut pertemanan dengan Republik Demokratik Rakyat Yaman atau Yaman Selatan, wilayah yang kini sebagia dikuasai Houthi di pesisir Yaman ke Laut Merah.

Kerjasama politik dan keamanan itu melahirkan dukungan senjata ke kedua Yaman, termasuk rudal balistik canggih, pertahanan pantai, antitank, dan teknologi rudal antiudara.

Ada sejumlah senjata modern kala itu yang kini digunakan Houthi Yaman, seperti sistem rudal beroda rantai 2K12 Kub/Kvadrat atau nama versi NATO adalah SA-6 ‘Gainful’.

Rudal lawas ini telah dimodernisasi Houthi menjadi rudal darat ke udara Franken atau Fater-1. Houthi juga memodernisasi rudal darat ke udara S-75 Dvina, atau nama NATOnya SA-2 Guideline.

Yaman juga mewariskan rudal darat ke udara S-125 Neva/Pechora atau versi NATOnya SA-3 Goa, varian yang diterima Yaman pada tahun 70-an dan 80-an.

Soviet juga mengirimkan rudal darat ke udara jarak pendek 9K31 Strela-1 atau SA-9 Gaskin yang bisa  dipasang di kendaraan tempur.

Masih banyak jenis peluru kendali jarak pendek maupun sedang yang dipasok Uni Soviet ke Yaman, dan kini efektif digunakan Houthi.

Ada juga sejumlah sistem radar jarak pendek maupun jarak jauh seperti radar pita G/H 26 kW 1S91 SURN yang berjangkauan hingga 75 kilometer untuk sistem rudal Kub dan Kvadrat.

Stok lama buatan Uni Soviet itulah yang kini jadi penopang kemampuan udara Houthi Yaman setelah merebut kekuasaan di ibu kota Sanaa pada 2017.

Produk-produk Uni Soviet itu dikirim ke Yaman lengkap dengan instruktur dan teknisi yang sangat ahli, dan kemudian terjadi transfer pengetahuan serta sistem teknologinya.

Penyesuaian-penyesuaian dilakukan karena produk Eropa Timur itu ditempatkan di wilayah yang sangat ekstrem geografi dan cuacanya.

Sistem rudal Kub atau kuadrat pada akhirnya terbukti punya daya tahan lama, masih relevan dan sangat efektif menandingi kehebatan teknologi drone termodern barat.

Kelompok militer Houthi sukses memaksimalkan kemampuan persenjataan lama dari era perang dingin itu di medan tempur Yaman yang sangat terbuka. 

Houthi bahkan menemukan cara mengubah jenis bahan bakar rudal antipesawat era Soviet, dari bahan bakar propelan yang rumit, menjadi bakar minyak tanah murni yang mudah diproduksi.

Inovasi dan modifikasi ini tidak dilakukan Houthi sendirian. Setelah Soviet bubar, koneksi Yaman ke Rusia relatif terbatas.

Tapi Houthi memiliki kedekatan dengan Iran, yang jauh lebih ahli di bidang pengembangan senjata.  Iran juga sebagian menguasai teknologi senjata eks Soviet.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3 4 5
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.