Untuk motif, Hardi menyebut salah satunya masalah utang piutang antara salah satu pelaku dengan ibu korban.
“Salah satunya seperti itu, terkait masalah hutang piutang,” kata dia.
Hardi mengaku akan menyampaikan lebih detail dan terperenci kronologis kasus penculikan dan pembunuhan keji terhadap balita perempuan inisial APH tersebut saat rilis pada Senin (23/9/2024).
“Untuk motif dan lainnya nanti besok kita jelaskan semua lebih lengkap dan terperinci,” tandas Hardi.
Kronologis APH Hilang hingga Ditemukan Tewas
Diketahui, APH sempat hilang selama dua hari sebelum akhirnya ditemukan tewas di pesisir Pantai Cihara, Kabupaten Lebak, Kamis pagi.
Peristiwa itu bermula saat APH ditinggal sendirian di kamar kontrakannya pada Selasa (17/9/2024).
Saat itu, sekitar pukul 13.00 WIB, sang ibu menjemput suaminya untuk makan siang.
Ketika ditinggal, korban tengah bermain dan menggambar di kamar dengan kondisi rumah terkunci.
Sekitar 10 menit kemudian, sang ibu kembali dan tak mendapati anaknya di rumah.
Diduga korban diculik dan sempat keluar dengan membawa sandal yang ada di depan rumah.
Sementara itu, rumah dalam posisi tertutup rapi.
Dari keterangan saksi, pelaku hanya membawa ponsel milik ibu korban, sedangkan ATM dan uang korban masih di rumah.
Dua hari kemudian, tepatnya pada Kamis, APH ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa di Pantai Cihara, Kabupaten Lebak.
Jasad korban ditemukan tergeletak di bebatuan dengan wajah dilakban warna hitam.
Hasil Autopsi
Dari hasil autopsi tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara, Banten, ditemukan sejumlah luka di tubuh korban.
“Ada luka di bagian kanan kiri, tangan, kaki juga ada. Di perut juga ada lebam,” kata Kapolres Cilegon, AKBP Kemas Indra Natanegara, Jumat (20/9/2024).
Selain itu, terdapat juga luka di bagian telinga, mulut, dan hidung korban.
Luka itu diduga akibat wajah korban ditutupi bahan perekat atau lakban.
“Untuk telinga, hidung dan mulut ditutup agar tidak berbau,” terangnya.
Dari hasil identifikasi, korban diperkirakan meninggal dua hari sebelum jasadnya ditemukan.
“Informasinya korban ditemukan hari Kamis, diperkirakan sudah meninggal dua hari yang lalu,” urainya.
Indra memastikan tidak ada dugaan kekerasan seksual yang dialami oleh korban.
“Kalau untuk pemerkosaan dan lain sebagainya dicek di organ intim korban tidak ada. Tapi kalau untuk luka lebam ada di tangan, kaki dan perut,” jelasnya


















































































































Komentar Terbaru