Serangan itu secara luas disalahkan pada Israel, yang belum mengonfirmasi atau membantah bertanggung jawab.
Pejabat Israel mengatakan, mereka meningkatkan tekanan terhadap Hizbullah dalam upaya memaksanya menghentikan penembakan roket ke Israel utara, sehingga puluhan ribu warga Israel yang mengungsi dapat kembali ke rumah.
Hizbullah mengatakan mereka hanya akan berhenti jika ada gencatan senjata di Gaza.
Update Perang Israel-Hamas
Diberitakan Al Jazeera, Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan 24 warga Palestina tewas dan 60 terluka dalam periode pelaporan 24 jam terakhir.
Pasukan Israel menggempur Gaza, menewaskan seorang ibu dan empat anaknya dalam serangan di Deir el-Balah, dan 10 warga Palestina lainnya dalam dua serangan terpisah terhadap sekolah yang diubah menjadi tempat perlindungan.
Para pemimpin dunia dan kelompok kebebasan pers mengecam keputusan Israel untuk mengirim tentara bersenjata lengkap guna menutup biro Al Jazeera di Tepi Barat yang diduduki.
Sementara Israel memfokuskan serangannya ke Lebanon, menewaskan lebih dari 490 orang hari ini, Gaza tidak luput dari serangan tersebut.
Kantor Media Pemerintah Gaza mengimbau masyarakat internasional untuk menekan Israel agar berhenti menargetkan bangunan-bangunan yang melindungi orang-orang terlantar “dan menghentikan kejahatan genosida di Jalur Gaza”.
Kritik terhadap penutupan paksa kantor Al Jazeera di Ramallah, Tepi Barat oleh Israel terus berlanjut.
Amnesty International menyebutnya sebagai “serangan tak tahu malu” terhadap kebebasan berbicara.
Setidaknya 41.431 orang tewas dan 95.818 orang terluka dalam perang Israel di Gaza.
Di Israel, jumlah korban tewas dalam serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober sedikitnya 1.139 orang sementara lebih dari 200 orang ditawan





























































































Beri Komentar