Demikian bunyi aslinya:
Intenono Nuswantoro bakal ketampan bendu
Yen wis teko pandito ambuka wiwaranging Neroko
Pralambange jago tarung ning njero kurungan
Dalang wayang ngungkurke kelir
Sing nonton podo nangis
Entenono waluyo lan tentreme
Mengko nek wis tumeko Pendowo Mulat Sirnaning Penganten.
Zaman Kolobendo sendiri diartikan sebagai zaman atau era yang carut marut dengan segala macam permasalahan yang kompleks.
Demikian kira-kira artinya:
Tunggulah, nusantara akan mendapatkan bencana
Jika sudah datang tahun 1997
Perlambangnya adalah ayam jantan bertarung di dalam kurungannya
Sang dalang menggelar sandiwara
Yang menonton menangis
Tunggulah jaman kemakmuran dan ketentraman
Nanti jika sudah datang Tahun 2025
Nah, zaman Kolobendo itu sendiri diakhir dengan datangnya zaman Kolosubo, yang menurut Condro Sengkolo adalah tahun 2025.
Zaman Kolosubo
Zaman Kolosubo sendiri dimaknasi sebagai zaman atau era yang bisa memberikan kesejahteraan dan kemakmuran kepada bangsa Indonesia.
Dimana pemimpin nusantara tidak lagi jadi boneka atau wayang yang dikendalikan oleh orang lain di balik layar atau oleh bangsa asing.
Banyak yang mengaitkan hal ini dengan kepindahan ibu kota negara ke IKN yang sudah akan dimulai.
Juga dengan adanya perpindahan tampuk kepemimpinan bangsa yang akan dilakukan pada 20 Oktober 2024 mendatang.
Namun demikian ini hanyalah sebuah ramalan yang multi interpretasi atau penafsiran.
Meski begitu, hal ini juga tidak lepas dari harapan bangsa Indonesia untuk mencapai titik kejayaan, kesejahteraan dan kemakmuran.
Yang pasti, setiap waktu akan selalu ada tantangan dan rintangan.
Dan yang harus menuntaskannya tentu saja adalah seluruh rakyat Indonesia yang harus bersama dan bersatu padu.



















































































































Komentar Terbaru