Lebih lanjut, Panglima TNI juga mengingatkan seluruh prajurit agar tetap menjaga jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional.
“Setiap prajurit harus mengedepankan kepentingan bangsa dan negara di atas segalanya, serta menjaga sinergi dengan Polri dan komponen bangsa lainnya untuk memastikan terwujudnya keamanan dan ketertiban nasional,” ujarnya.
Dalam amanat, Panglima TNI memberikan lima poin penting kepada seluruh prajurit TNI, yaitu: memperkokoh keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, memperkuat soliditas internal TNI dan kemanunggalan dengan rakyat, meningkatkan kewaspadaan dan profesionalisme, mempererat koordinasi dengan instansi terkait guna mendukung kelancaran Pilkada Serentak, serta melaksanakan tugas dengan ikhlas, dedikasi, dan penuh tanggung jawab.
Selain prosesi upacara, hiburan marching band oleh Gita Handayani, semakin menyemarakkan suasana. Ditambah lagi atraksi pembebasan sandera dan Beladiri Taktis dari prajurit Kodam IM yang memukau penonton. Defile kendaraan tempur Kodam IM juga turut memeriahkan peringatan, memperlihatkan kekuatan dan kesiapan TNI dalam menjaga kedaulatan negara.
Sebagai penutup, prosesi dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng yang melambangkan rasa syukur, diikuti dengan hiburan panggung prajurit dan ramah tamah menghibur seluruh tamu dan peserta yang hadir.
Kemeriahan acara ini dihadiri oleh Wakil Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah Iskandar Muda, Kapolda Aceh, Irdam IM, Kapoksahli Pangdam IM, Danguskamla Koarmada I, PJU Kodam IM, Pj. Sekda Aceh, serta perwakilan Forkopimda Aceh dan tokoh agama, tokoh adat, keluarga besar TNI, serta masyarakat yang antusias menyaksikan perayaan tahunan ini.[]


















































































































Komentar Terbaru