Padahal, saat ini Naomi sedang menempuh program Praktik Kerja Lapangan (PKL) di sebuah perusahaan kereta di Kota Semarang.
“Kita baru tahu Senin kemarin saat kita monitoring kehadiran,” kata Kepala SMK 3 Kota Semarang, Harti, saat ditemui di kantornya, Selasa, dilansir Kompas.com.
Setelah melakukan monitoring, pihak sekolah menerima informasi dari perusahaan tempat Naomi PKL, ia tidak masuk tanpa keterangan.
“Ternyata anak ini tidak masuk tanpa keterangan. Untuk itu, sekolah berkoordinasi dengan tempat PKL,” bebernya.
Mengetahui Naomi tidak hadir di PKL tanpa keterangan, pihak sekolah lantas menghubungi keluarga.
“Dari keluarga diketahui Mbak Naomi ini izin mau kegiatan di luar, tapi untunglah kita konfirmasi ke orang tua,” bebernya.
Sementara, informasi soal pendakian Naomi di Gunung Slamet, diperoleh setelah pihak sekolah menghubungi teman-teman yang juga mengikuti PKL di perusahaan kereta tersebut.
“Dari situ didapati informasi Mbak Naomi mau open trip mendaki ke Gunung Slamet,” urainya.
Kronologi Naomi Hilang
Camat Karangreja, Supriyanti, mengatakan Naomi berangkat bersama rombongan pada Sabtu sekitar pukul 23.00 WIB.
Naomi dan rombongan melakukan pendakian melalui jalur Dukuh Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga.
Kemudian, kembali lagi ke Basecamp Bambangan, Minggu (6/10/2024) sekitar pukul 21.24 WIB, melansir TribunBanyumas.com.
Pada Senin (7/10/2024) pukul 11.00 WIB, ketua rombongan melapor kepada pihak basecamp, ada satu anggotanya hilang.
“Atas laporan tersebut TIM SAR Bambang sejumlah 9 orang naik melaksanakan pencarian,” katanya, Selasa.
Pencarian sempat difokuskan di Pos 7, karena ada informasi dari pendaki rombongan lain mendengar suara minta tolong di Pos 7.
Benar saja, Naomi akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat di jalur 7.


















































































































Komentar Terbaru