Pernyataan Said Didu ini juga menyentuh soal keberadaan tim media yang mendampingi kedua tokoh tersebut.
Ia menilai bahwa tim media Gibran tampaknya lebih sigap dan terorganisir dalam memanfaatkan momentum untuk menarik perhatian media.
“Ini terlihat bahwa semua media utama meliput kegiatan Fufufafa tsb. Tim Media Fufufafa sepertinya lebih sigap dibandingkan Tim Media Presiden,” tulisnya.
Dalam postingan tersebut, Said Didu pun menuliskan analisisnya.
Said Didu menilai Gibran sudah melaksanakan arahan dari ‘Solo’ untuk tampil lebih menonjol dibanding Presiden.
Sosok ‘Solo’ yang dimaksud Said Didu diduga adalah Jokowi.
“Fufufa sepertinya sudah melaksanakan arahan atau mungkin kesepakatan Solo untuk tampil lebih menonjol dari Presiden,” tulis Said Didu.
“Sepertinya tim pencitraan Jokowi sudah beralih tugas utk melakukan pencitraan Fufufafa,” tambahnya.
Tim media, influencer, dan buzzer yang selama ini bekerja untuk mendukung citra Jokowi, dinilainya mulai beralih fokus untuk mendukung pencitraan Fufufafa.
Hal ini tidak lepas dari dugaan bahwa mereka masih memiliki hubungan dengan oligarki yang mendukung pemerintahan sebelumnya.
Selanjutnya, banyak Menteri, Wakil Menteri, dan pejabat setingkat Menteri yang saat ini menjabat merupakan loyalis dari Jokowi.
Mereka diniali Said Didu telah menyiapkan ‘karpet merah’ bagi Fufufafa untuk menunjukkan pencapaiannya dan mendapatkan sorotan positif dari publik dan media.
“Tim Media, influencer, dan buzzer yg selama ini dibiayai oleh Oligarki pendukung Jokowi sudah bekerja untuk pencitraan Fufufafa. Menteri, Wakil Menteri, Pejabat setingkat Menteri yg saat ini sebagian besar adalah loyalis Jokowi sudah menyiapkan karpet merah buat unjuk ‘prestasi’ Fufufafa.” ungkap Said Didu.
“Jangan heran jika beberapa hari lagi akan muncul hasil survey kepuasan terhadap kerja Fufufafa. Kesimpulan, Fufufafa – bukanlah ban serep dan langsung menyalib Presiden dihari kerja pertama,” jelasnya.
Pertemuan Gibran dengan Perdana Menteri Korsel
Wakil Presiden Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Korea Selatan Han Duck-soo di Jakarta, Minggu (20/10/2024), mengundang perusahaan Korea Selatan untuk meningkatkan investasi di Indonesia, khususnya di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan bilateral yang telah lama terjalin antara kedua negara, terutama dalam hal hilirisasi industri dan pendidikan vokasi.
Dikutip dari Kompas TV, Wapres Gibran menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk memperdalam kerja sama dengan Korea Selatan, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan hilirisasi industri berbasis sumber daya alam Indonesia.



















































































































Komentar Terbaru