UPDATE

Salam.life
NASIONAL
NASIONAL

Wamen Stella Christie Banjir Kritik Usai Bagikan Tips Lolos Kuliah di Luar Negeri, Mendiktisaintek Angkat Bicara

“Memang kampus di luar ada yang lebih hebat dari kita, ada juga yang nggak gitu. Sama-sama (kualitasnya) juga ada. Para orang yang memang di sini biasanya memang ingin tantangan lebih gitu. Kalau yang biasa-biasa mungkin bosan,” tuturnya.

Menurutnya, anak Indonesia yang melanjutkan kuliah di luar negeri hanya sedikit dibanding seluruh angkatan kuliah yang melanjutkan di kampus dalam negeri.

“Jadi memang yang ke luar negeri itu hanya terbatas sekali. Hanya orang-orang yang memang outlier atau yang memang orang tuanya mampu sekolahkan anaknya ke luar negeri. Ada, tapi tidak terlalu banyak. Kalau mungkin ratusan ada, tapi kan kita (kuliah di dalam negeri) jutaan,” paparnya.

Sementara itu, ia juga menegaskan bahwa kampus di dalam negeri tak kalah saing dengan kampus luar negeri.

Ia mencontohkan NUS yang berada di Singapura, menurutnya sebanding dengan kampus-kampus ternama dalam negeri.

“Kalau dari mutu perguruan tinggi sih sama lah. Artinya, ya mereka ada lebihnya. Intinya kita bandingkan dengan siapa? Singapura, NUS, kita sebanding kan. Jadi lebih kaya, uangnya, tapi dari pengetahuan ya kita sama.”

Satryo juga menilai bahwa mengambil pendidikan di luar negeri selain mengejar ilmu juga membentuk mental dan mengenal budaya baru yang baik sehingga dapat diterapkan apabila kembali ke Indonesia.

“Selain cari ilmunya juga tata kehidupan yang baik harus ditiru. Contohnya bawa ke sini,” tutupnya.

image_print
1 2
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.