Menurutnya, knsep itu terasa lebih humanistis serta memahami secara penuh tentang kebutuhan dasar dari setiap warga negara. Iswanto sedikit berfilosofis tentang konsepnya.
“Jika ingin memberikan kain sarung, berilah yang benar benar bisa dipakai dan tidak tanggung. Jangan, yang bisa menutup kepala namun terbuka badan, bisa menutup badan namun terbuka kepala. Jelas ini serba tanggung hingga tak bisa dipakai, dan kita tak mau itu dialami oleh rakyat yang kita bantu,” kata Iswanto.
Di sisi lain, Iswanto mengingatkan, memberikan hanya rumah, tentu yang menerima–karena keterbatasan ekonomi–tak sanggup membeli perlengkapan rumah. Konon lagi jika dikaitkan dengan kondisi ekonomi saat ini yang sangat fluktuatif, yang bisa jadi tak ramah dengan kaum akar rumput.
“Bisa jadi rumah itu akan mubazir, karena hal hal kecil yang kadang tak kita sadari. Untuk itulah, kami membuat konsep bantuan secara penuh, hingga rumah itu bisa langsung ditempati dan dipakai oleh penerima,” tutur Iswanto.
Konsep rumah bantuan langsung dihuni itu, telah diperkuat oleh Pemkab Aceh Besar dalam hal ini Baitul Mal dengan Islamic Relief, sejak lembaga ini menyatakan kesediaan untuk bekerjasama dalam membangun rumah bantuan.
“Kita telah bersepakat dengan Islamic Relief, soal konsep rumah bantuan yang lengkap dengan fasilitas dasar, hingga bantuan yang diberikan akan lebih berdayaguna dan langsung dipakai,” pungkas Iswanto.
Seperti diketahui, Pj Bupati Iswanto, secara simbolis menyerahkan kunci rumah dhuafa berstruktur tahan gempa tipe 36, kepada penerima manfaat, Syukri, di Gampong Ateuk Anggok, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Jumat (3/1/2025).
Penyerahan itu menandai bagian dari program bantuan perumahan layak dan siap huni hasil kolaborasi antara Islamic Relief (IR) Indonesia dan Baitul Mal Aceh Besar.
Pj Bupati Muhammad Iswanto menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas dukungan berbagai pihak dalam mewujudkan rumah layak huni untuk masyarakat prasejahtera.
“Hari ini, kita menyaksikan keberkahan dan kepedulian yang terwujud melalui tangan-tangan dermawan. Atas nama pemerintah dan masyarakat Aceh Besar, kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Semoga setiap amal yang diberikan pada hari yang penuh berkah ini diterima dan diberi ganjaran oleh Allah SWT,” ujarnya.
Menurut Iswanto, program pembangunan rumah layak huni ini merupakan langkah strategis untuk mengurangi angka kemiskinan, khususnya bagi masyarakat yang sama sekali tidak memiliki rumah layak huni.
“Rumah tahan gempa yang dilengkapi dengan fasilitas lengkap ini tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat. Apalagi, Aceh termasuk wilayah rawan gempa, sehingga konsep rumah ini sangat relevan,” jelasnya.


















































































































Komentar Terbaru