UPDATE

NASIONAL

Dulu Alauddin kini Prabowo: Sejarah Bantuan Militer Turki ke Nusantara

Akhirnya, ia mengirimkan seorang pengamat sekaligus peneliti bernama Lutfi Bey bersama dengan sekelompok ahli militer dan 14 meriam agar mereka dapat memberikan gambaran tentang kondisi Aceh sehingga dukungan yang memadai dapat diberikan. 

Pada 1566, Sultan Alauddin kembali mengirimkan surat kepada Sulaiman untuk meminta pertolongan dari Turki Utsmani, karena serangan Portugis yang semakin gencar. Surat Sultan Aceh tertanggal 7 Januari 1566 dikirim oleh komite Husein Efendi dan Lutfi Bey, petugas yang dikirim ke Aceh. 

Surat tersebut, tidak ditulis dengan tulisan Arab atau Melayu, tetapi ditulis dalam bahasa Turki yang sangat elok. Artinya, kemungkinan besar surat itu didiktekan untuk kemudian diterjemahkan oleh Lutfi Bey untuk menyampaikan permohonan dengan cara yang jelas dan sopan.

Dalam suratnya, Sultan Alauddin menjelaskan bagaimana Portugis menghentikan rute perjalanan ibadah haji. Portugis juga menangkap orang-orang yang berhaji dan menjual mereka sebagai budak. Surat itu juga menjelaskan usaha Portugis untuk mengontrol jalur laut dan wilayah-wilayah yang penting. “Mereka membunuh kaum Muslimin di kapal dengan cara menenggelamkan kapal-kapal,” bunyi surat itu. Sultan Alauddin juga meminta agar Sultan Turki menganggap Aceh sebagai bagian dari provinsi Turki dan menganggap dirinya sebagai Gubernur Turki Utsmani.

“Demi Allah dan Nabi Muhammad, tolonglah kami dan jamaah haji dalam perjalanan ke Mekkah sebelum kekuatan Portugis tiba,” tertulis dalam surat itu. Surat itu juga menjelaskan soal mazhab yang dianut warga Nusantara kala itu yang sudah ke arah Mazhab Syafi’i seperti saat ini.

Surat panjang itu menjelaskan secara teperinci soal penderitaan di bawah rongrongan Portugis. “…kekuatan Portugis berhasil menguasai pulau-pulau tersebut dan memaksa penduduk miskin untuk memberikan 1.300.000 kg tali per tahun. Pulau-pulau ini sangat dekat satu sama lain dan hanya ada empat Jalan lintas untuk menuju ke sana. Tentara Portugis memblokir jalan lintas tersebut membajak kapal dagang dan menangkap orang-orang yang berhaji. Jika mereka tidak bisa mengambil alih kapal tersebut, maka mereka akan menenggelamkannya dengan senjata api.”

“Tunjukkanlah belas kasihan Anda pada kaum miskin dan serba kekurangan ini, dan lengkapi mereka dengan senjata dan tentara yang mereka perlukan. Kami jamin bahwa mereka akan memusnahkan kekuatan Portugis di sini ketika Anda mengirimkan armada dengan perlengkapan dan peralatan penting. Tanpa dukungan dari Anda, kami akan kacau balau dan kekuatan Portugis akan merugikan kaum Muslim dengan menutup jalur perjalanan Ibadah suci. “

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3 4 5 6

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.