UPDATE

NASIONAL

Dulu Alauddin kini Prabowo: Sejarah Bantuan Militer Turki ke Nusantara

“Kami telah menerima surat dan hadiah dari Anda lewat seorang utusan Anda. Dalam surat ini, Anda meminta tolong. Adalah suatu tradisi kami untuk mengabulkan permintaan Sultan. Oleh karena itu, kami langsung mengambil tindakan setelah membaca surat permohonan bantuan Anda melawan kafir. Namun kemudian, ketika bantuan hendak dikirimkan, sebuah pemberontakan pecah di Yaman. Sehingga hantuan kami kepada Anda tertunda karena kami harus mengarahkan pasukan militer tersebut ke sana. Sekembalinya pasukan yang dikirimkan ke Yaman itu, kami akan mengirimkan tentara dan angkatan laut kami untuk menolong Anda.”

Setelah pemberontakan di Yaman diredakan, Siprus dan Tunisia juga ditaklukkan. Peralatan militer dan tiga ribu prajurit dikirim ke Aceh di bawah pimpinan Sayyid Kemal Reis. Setelah pasukan Turki dan peralatan teknis Turki Utsmani tiba di Aceh, gudang senjata dan tempat kerja untuk memproduksi pedang pun didirikan.  

Para arsitek memperkuat konstruksi militer, sedangkan ahli teknik dari Turki Utsmani mengajar keahlian senjata, produksi senjata dan arsitektur. Selain itu. Selim II juga mengirimkan pernyataan kepada Sultan Aceh agar nama Sultan Utsmani dibacakan pada saat khutbah shalat Jumat.

Angkatan laut Turki tinggal di Aceh selama dua tahun, setelah itu mereka kembali ke Turki Utsmani meninggalkan dua kapal dan 15 meriam berat di Aceh. Sepeninggal ahli-ahli Turki tersebut, muncul ahli-ahli artileri baru di Aceh, sehingga Aceh bisa memproduksi artileri-artileri baru. 

Aceh kemudian melakukan perlawanan panjang terhadap Portugis meski kemudian mengalami kekalahan pada 1629. Bagaimanapun, perlawanan di Aceh terus bergelora dan baru bisa dipadamkan kolonial Belanda ratusan tahun setelahnya pada 1904. 

Sumber: Prabowo-sejarah.html”>Media

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3 4 5 6

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.