Surat juga dikirim ke Gubernur Mesir agar memenuhi kebutuhan kapal layar dan Kerajaan Sultan Aceh. Sultan Utsmani memerintahkan pengrajin seperti tukang kayu, tukang besi, pembuat perisai dan lain sebagainya, dikumpulkan untuk kemudian dikirimkan ke Aceh bersama dengan perwakilan Aceh.
Dalam pernyataan yang lainnya yang dikirim ke Gubernur Mesir dilaporkan bahwa, penduduk Mesir yang ingin pergi ke Aceh agar diizinkan ikut dengar perahu layar yang akan bertolak ke Aceh.
Dalam pernyataan yang dikirim ke Gubernur Rhodes, dinyatakan bahwa perwakilan Aceh diizinkan pergi ke Mesir dengan kapal layar dan petugas Rhodes harus menjamin agar la tidak banyak menghabiskan waktu selama di Rhodes. Petuga tersebut juga harus menemani mereka sampai mereka tiba di Mesir dengan selama Setelah tiba di Mesir, maka kapal layarnya harus dikirim kembali ke Istanbul.”
Dalam pernyataan yang dibawa ke Gubernur Makkah dikatakan bahwa, ketika perwakilan Aceh tiba di Mekkah, mereka harus dibekali dengan air, sereal dan juga pemandu, tanpa harus melapor ke pemerintah pusat. Juga, agar mereka tidak dipersulit ketika ingin membeli kuda. Kemudian mereka harus dikirim Mesir melalui jalan yang aman.
Dalam surat pernyataan lain yang dikirimkan lagi ke Gubernur Mesir, diperintahkan bahwa ketika perwakilan Aceh tiba di Alexandria, tidak seorang pun boleh ikut campur dengan urusan mereka, temannya dan juga barang miliknya baik di pelabuhan atau di mana pun di sekitar Mesir.
Dua surat pernyataan lainnya juga dikirimkan ke Gubernur Mesir berisi bahwa gubernur harus menunjuk seorang yang cakap sebagai kapten untuk armada kapal perwakilan Aceh dan gaji kapten ini ditanggung oleh pemerintahan Turki.
Saat persiapan untuk bantuan ke Aceh tersebut sudah diperintahkan dan mulai dijalankan, tiba-tiba terjadi pemberontakan di Yaman. Hal ini membuat ekspedisi Aceh terpaksa ditunda sekalipun persiapan sudah lengkap.
Dalam pernyataan yang dikirim ke perwakilan Aceh pada 15 Januari 1568, disebutkan bahwa armada, yang direncanakan dikirim ke Aceh, ditunda akibat pecahnya pemberontakan di Yaman. Setelah pemberontakan reda, angkatan laut akan bertolak ke Aceh seperti yang telah diputuskan sebelumnya.
Surat Turki Utsmani mengkonfirmasi kejadian ini. Meskipun tanggal dari surat tersebut tidak diketahui, isi dari surat menyiratkan bahwa surat tersebut dikirim pada tahun 1569 oleh Sultan Selim II. Dari surat ini juga dapat disimpulkan bahwa Sultan Aceh kemudian mengirim surat lainnya melalui seorang perwakilan Aceh ke Kekaisaran Turki Utsmani, karena Portugis telah mengalahkan Aceh pada perang tahun 1567.
















































































































