BANDA ACEH – Penembakan terjadi di sebuah tambang ilegal yang berlokasi di Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, pada Senin (10/3/2025).Adapun korban bernama Fernando Tongkotow atau yang akrab disapa Edo (40) yang merupakan warga Desa Basaan, Kabupaten Minahasa Tenggara.
Edo disebut mengalami luka tembak di daerah kepala belakang telinga. Dirinya sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi nahas nyawanya tak tertolong.
Sementara, pelaku penembakan diduga adalah anggota Brimob Polda Sulawesi Utara.
Berdasarkan kronologi resmi yang diterima Tribun Manado, insiden penembakan terjadi pada Senin dini hari sekira pukul 01.30 WITA.
Peristiwa berawal ketika Edo bersama puluhan orang bergerak ke lokasi tambang ilegal tersebut.
Disebutkan bahwa korban bersama rombongannya sudah membawa senjata tajam (sajam) saat menuju lokasi.
Edo dan rombongannya diduga akan mengambil karbon dari lokasi tambang ilegal tersebut.
Hanya saja, belum sampai di lokasi tambang, Edo dan rekannya disergap oleh sekitar 10 anggota Brimob yang melakukan penjagaan kira-kira berjarak 50 meter.
Pada momen tersebut, diduga anggota Brimob langsung melakukan penembakan kepada korban dan rombongan.
Nahas, Edo terkena tembakan di bagian kepala dekat telinga. Dia pun menghembuskan nafas terakhirnya saat berada di rumah sakit.
Kesaksian Ayah Korban
Ayah Edo, Feldy Tongkotow pun menceritakan detik-detik terakhir sebelum mengetahui anaknya meninggal dunia.
Sebelum kejadian, Feldy menuturkan, dirinya dan sang anak bekerja di lokasi tambang yang berbeda dengan jarak cukup jauh.
Adapun mereka biasanya berjaga malam dari pukul 20.00 WITA hingga keesokan paginya.
Lalu, pada dini harinya, Feldy mengaku mendengar keributan di area tambang bagian atas, yang ternyata sebagai lokasi Edo diduga ditembak anggota Brimob.
Namun, hingga pagi hari sekitar pukul 06.00 WITA, Feldy baru memutuskan untuk pergi ke lokasi keributan yang sebelumnya didengarnya.
“Katanya ada korban, tapi mereka belum bilang kalau itu anak saya,” ungkapnya sambil menangis saat diwawancarai di RSUP Prof Kandou Malalayang, Manado, Senin (10/3/2025).
Tak lama kemudian, ia diberi tahu untuk segera menuju rumah sakit terdekat.
Tanpa firasat apa pun, ia bergegas ke sana. Namun, sesampainya di rumah sakit, ia mendapati bahwa korban yang dimaksud adalah anaknya sendiri.
Feldy mengatakan bahwa Fernando mengalami luka tembak di kepala sebelah kanan, tepat di atas telinga, dengan bagian belakang kepala yang hancur.
Dengan penuh kesedihan, ia meminta agar pihak berwajib segera mencari pelaku dan menindak tegas mereka yang bertanggung jawab atas kematian anaknya.


















































































































Komentar Terbaru