Pihak pengamanan pun bergerak cepat dan memaksa mereka keluar.
Bahkan, ada sedikit insiden fisik antara pihak pengamanan dan unsur sipil tersebut.
“Teman-teman, hari ini kami mendapatkan informasi bahwa proses revisi undang-undang TNI dilakukan secara tertutup di Hotel Fairmont, yang mana kita tahu hotel ini sangat mewah dan kami justru mendapatkannya dari teman-teman jurnalis. Proses ini tidak hanya kemudian diinformasikan kepada masyarakat, tetapi juga seolah-olah ditutupi yang kemudian kami mempertanyakan apa alasan proses pembahasan RUU TNI dilakukan secara tertutup,” kata perwakilan sipil tersebut.
Mereka juga mengirimkan surat terbuka untuk memberikan masukan kepada Komisi I DPR untuk menunda proses pembahasan RUU TNI.
“Secara substansi, kami pandang dan kami nilai sangat kemudian mengaktifasi kembali dwifungsi militer. Oleh karena itu, kedatangan kami di sini menuntut agar proses ini dihentikan selain bertolak belakang dengan kebijakan negara mengenai efisiensi juga,” kata dia.
“Terkait dengan pasal dan substansinya itu jauh dari upaya semangat menghapus dwi fungsi militer dan jauh dari semangat reformasi sektor keamanan di Indonesia,” sambung dia.
Pasca insiden itu, ruangan rapat Panja RUU TNI pun dipertebal pengamanannya.
Sejumlah petugas keamanan hotel ditempatkan di sejumlah pintu keluar masuk area rapat.
Petugas juga menanyakan pihak-pihak yang masuk ke area samping ruang rapat Panja.
Dua orang berpakaian batik lengan panjang serta bersepatu PDH berjaga di pintu utama ruang rapat tersebut.
Mereka tampak mengamati pergerakan setiap orang yang melintas di area itu.
Pilih Bungkam
Sekira pukul 22.33 WIB, para peserta rapat Panja RUU TNI mulai meninggalkan ruangan rapat.
Hal ini pun menandakan jika rapat Panja RUU TNI hari kedua pun telah selesai.
Namun, kali ini tak ada yang mau berkomentar perihal rapat yang berlangsung secara tertutup tersebut.
Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto pun tak mau berkomentar ketika ditanya awak media yang menunggu di pintu keluar rapat.
Dia tak menjawab ketika dihujani pertanyaan oleh awak media perihal rapat Panja hari ini.
“Enggak, sudah, sudah,” ujar Utut sambil melambaikan tangan dan berjalan.
Marathon, Butuh Istirahat
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar memberikan klarifikasi terkait polemik rapat Komisi I DPR RI membahas revisi UU nomor 34 tahun 2004 tentang TNI, digelar di sebuah hotel mewah di kawasan Senayan, Jakarta.
Menurut Indra, rapat tersebut telah sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku di DPR.
































































































Beri Komentar