Suara senada datang dari sejumlah perwakilan tokoh agama lainnya. Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) melalui Pdt. Johan Kristantara menyebut gagasan relokasi bukan solusi permanen. “Kami menilai usulan ini perlu dikaji mendalam, dengan mempertimbangkan prinsip hak asasi manusia dan hukum internasional,” ucapnya.
Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) melalui Astono Chandra Dana juga mengingatkan agar pemerintah tidak gegabah mengambil kebijakan. “Masukan dari pihak yang bekerja langsung di lapangan harus dikedepankan agar keputusan yang diambil sesuai realitas dan kebutuhan,” katanya.
Dukungan juga datang dari Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) yang menyatakan kesiapan untuk ikut serta mencari jalan damai. “Kami siap berkolaborasi demi perdamaian Gaza dari semua aspek,” ujar Alim Sudio.
Sementara itu, Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin), Budi Santoso Tanuwibowo, menyatakan rencana relokasi masih terlalu dini untuk diputuskan. Ia menyarankan agar pemerintah mengumpulkan gagasan konkret yang bisa dijadikan pedoman kebijakan.
“Usulan-usulan yang jelas dan komprehensif sangat penting untuk disampaikan kepada Presiden Prabowo agar langkah yang diambil benar-benar berdampak nyata dan tidak menimbulkan gejolak baru,” ujarnya menutup. (*)


















































































































Komentar Terbaru