Dalam kesempatan itu, Dedi juga memberikan kritik mengenai prioritas dalam menyampaikan keluhan. Ia menekankan bahwa lebih penting untuk mengkritik kebijakan yang langsung mempengaruhi kesejahteraan ekonomi masyarakat, daripada hanya fokus pada masalah seremonial seperti wisuda.
“Banyak rakyat miskin, nggak punya rumah lagi, rumahnya di bantaran kali, tapi sekolahnya gaya-gayaan ada wisuda,” sindir Dedi.






























































































Beri Komentar