“Dia (Jokowi) nggak naik mobil Esemka itu. Dia naik pesawat. Tapi pencitraanya kan waktu itu seolah-olah dia (Jokowi) naik Esemka dari Solo sampai Jakarta. Enggak, yang naik mobil Esemka itu saya sama pak Rudi (FX Hadi Rudyatmo yang saat itu menjabat Wakil Wali Kota Solo). Itulah saksi sejarahnya,” ujar Roy Suryo.
Dia menandaskan bahwa kala itu, dirinya serius ingin membantu.
“Kami nungguin itu di Balai Uji Emisi Serpong, dari mulai tidak lulus sampai dengan lulus. Jadi kami waktu itu serius ingin membantu supaya Esemka ini bener-bener jadi. Eh ternyata dikibulin!” ungkap Roy Suryo.
Roy Suryo juga membantah isu yang menyebut pihaknya mendapat dukungan duit gede (proyek besar) dalam kasus dugaan ijazah palsu Jokowi.
“Wah, itu namanya bohong,” tegas Roy Suryo.
Mantan Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) tersebut menegaskan bahwa isu proyek besar itu hoaks.
Isu tersebut awalnya disampaikan oleh politikus sekaligus mantan Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin saat diwawancara eksklusif dalam Podcast SindoNews “To The Po!nt Aja” pada Jumat (23/5/2025) lalu.
“Lillahi Ta’ala, apa yang kami lakukan itu karena kami cinta kampus. Kami tidak rela Universitas Gadjah Mada (UGM) almamater kami melakukan hal hal yang tidak proper,” tegas Roy Suryo.
Karena cinta kampus tersebut maka Roy Suryo dan kawan-kawan (dkk) mendatangi UGM untuk meminta penjelasan soal ijazah Jokowi. Saat itu rombongan diterima langsung Wakil Rektor I UGM Prof Wening da.
Hingga akhirnya ditunjukkan skripsi Jokowi oleh Wakil Rektor secara langsung.
“Saya tanya, ini skripsi aslinya (Jokowi). Dijawab iya,” ujar Roy Suryo.
Selanjutnya Roy Suryo kemudian melihat skripsi itu hingga kemudian muncul dugaan kejanggalan-kejanggalan. Di antaranya tanda tangan dosen penguji skrispi, Profesor Dr Ir Ahmad Sumitro itu diragukan.
“Bahkan yang meragukan itu putrinya (Profesor Ahmad Sumitro) sendiri, Aida Greenberry yang dia bilang itu bukan tanda tangan ayahnya dan namanya juga salah. Bahkan lembar pengujian juga tidak ada, tidak ada nama pak Kasmudjo di situ,” ungkap Roy Suryo.
Padahal, kata Roy Suryo, 8 tahun lalu disebutkan bahwa pak Kasmudjo merupakan dosen pembimbing Jokowi.
Namun perkembangan terakhir, lanjut Roy Suryo, pak Kasmudjo menyatakan saat itu masih Asisten Dosen (Asdos) dan bukan pembimbing skripsi Jokowi.
“Alhamdulilah, saya benar-benar hormat ke pak Kasmudjo,” ujar Roy Suryo.


















































































































Komentar Terbaru