Dalam kalimat lain Michael seperti ingin menguatkan dirinya untuk tetap berpendapat kalau ponsel miliknya telah hilang, meski ia juga merasa khawatir jika ternyata tuduhan yang telah ia lemparkan salah.
“And today, I just want to thank God. Not just for the breakthrough but for walking with me through the doubt. Through the anxiety, the judgement, and the fear of being wrong. He never left. He gave me strength when my confidence was gone. He’s reminded me: You’re not crazy, you’re being sharpened,”
(Hari ini, saya hanya ingin berterima kasih kepada Tuhan. Bukan hanya untuk terobosan, tetapi juga untuk berjalan bersama saya melewati keraguan. Melalui kecemasan, penghakiman, dan rasa takut akan kesalahan. Dia (tuhan) tidak pernah pergi. Dia memberiku kekuatan saat kepercayaan diriku hilang. Dia mengingatkanku: Kamu tidak gila, kamu sedang diasah)
Keraguan yang kemudian menjurus kepada dugaan bahwa ponsel Michael diduga tidak hilang di pesawat Garuda Indonesia berkode GA716.
Informasi lainnya dari sumber kami, pihak maskapai sedang mempertimbangkan untuk membawa urusan ini ke ranah hukum, karena diduga Michael dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk menjatuhkan nama baik maskapai. Belum ada konfirmasi resmi dari Garuda terkait informasi ini.
Drama Hilangnya iPhone
Sebelumnya, viral di media sosial unggahan dengan akun bernama @michaeltjendara, yang menceritakan peristiwa kehilangan ponsel yang dialaminya.
“iPhone saya dicuri saat penerbangan Garuda GA716 dari Jakarta ke Melbourne pada 6 Juni 2025. Semua bukti lokasi menunjukkan iPhone saya berpindah ke hotel tempat crew GA716 menginap, lalu dibuang ke sungai. Saya hanya ingin keadilan. Bantu sebarkan agar suara saya sampai ke pihak yang bertanggung jawab,” demikian bunyi unggahan @michaeltjendara.
Korban menceritakan naik pesawat Garuda GA716 bersama istri dan dua anak yang usianya masih kecil. Ponsel merek iPhone itu diletakkan di kantong kursi 30D saat boarding. Lalu korban pindah duduk ke kursi 32E untuk istirahat.
Setelah mendarat di Melbourne pukul 10.55 pagi, iPhone hilang dari kantong kursi. Korban segera melapor ke kru tapi semua penumpang sudah dibebaskan keluar.
“Lokasi terakhir via ‘Find my iPhone’ jam 11.26-11.48, iPhone terdeteksi di Terminal 2 bagian Arrival Melbourne Airport. Saya sudah melaporkan perihal ini ke pihak terkait dan bagian lost and found airport,” tulis korban lewat unggahannya.
Keluar dari bandara, korban menyusuri jejak Find my iPhone dan ponsel itu terdeteksi di area Hotel Mercure, Melbourne. Informasi dari manager hotel, ada sekitar 20 awak Garuda yang check-in dan tidak ada penumpang lain. Korban menelepon otoritas Garuda dan mengatakan iPhone ada di Hotel Mercure dan seluruh awak Garuda menginap di hotel ini.


















































































































Komentar Terbaru