“Kalau orang bawa ikan di sepeda pasti bau, tapi dia enggak. Setelah habis kejadian itu, saya tanya orang kampung, katanya gak ada penjual ikan yang tiup pakai keong gitu. Jadi, orang anggap saya gila waktu itu,” bebernya.
Alhasil, setelah bertemu penjual ikan ttersebut, Ustaz Yahya Waloni seperti merasakan ketenangan.
Ia juga diminta untuk selalu menghapal surat Al Qadr sebelum hafal surat Al Fatihah.
“Tapi, semasa saya hidup tak pernah saya mengalami ketenangan sewaktu saya ketemu (penjual ikan). Sebelum saa hafal surat Al Fatihah, 4 menit kita ulang ayat itu (Surat Al Qadr) dengan beliau,” tuturnya.
Dijelaskan oleh penjual ikan tersebut, Ustaz Yahya Waloni seperti kebingungan sebelum ingin menjadi mualaf, ia pun menyarankan agar terus membaca kedua surat tersebut.
“3 kali kita jumpa, dari awal disuruh baca surat itu. Katanya, kamu mau masuk Islam tapi kamu orang yang bingung. Saya tanya, kok kamu tahu,” paparnya.
Hingga akhirnya, Yahya Waloni berpindah agama di bulan Ramadhan.
“Karena, saya masuk Islam bulan Ramadhan. 17 Ramadhan, 18 saya bersyahadat,” pungkasnya.***































































































Beri Komentar