Ketua BEM Undip Aufa Atha Ariq mengatakan kehadiran pejabat dan ucapan selamat dalam bentuk karangan bunga dari BIN Daerah Sumatera Barat tak pantas di tengah berbagai protes demonstrasi mahasiswa yang mendapatkan represi aparat di berbagai daerah. “Tak pantas. Seharusnya bahas eskalasi gerakan mahasiswa dan fokus pada solidaritas bersama,” kata Ariq.
Menurut Ariq, Munas seharusnya menjadi ruang strategis untuk merumuskan arah gerak mahasiswa dalam memperjuangkan kepentingan rakyat. Tetapi, Munas malah menjauhi integritas dan semangat persatuan gerakan mahasiswa dengan memberi panggung kepada sejumlah pejabat, polisi, dan BIN daerah. Munas, kata dia, malah menjadi ajang cari muka pejabat dan menjauhi nilai-nilai intelektualisme. “Kami enggan menjadi bagian dari kemunduran dan perpecahan gerakan,” katanya.
Ketua BEM Universitas Dharma Andalas, Rifaldi yang juga panitia acara mengatakan panitia mengundang pejabat, politisi, polisi, BIN daerah dengan alasan mereka bagian dari forum koordinasi pimpinan daerah atau Forkominda Sumbar yang membuka seremoni acara.
Kehadiran mereka, kata dia, juga bagian dari teknis acara karena pengelola tempat menginap peserta di Asrama Haji memberikan syarat harus atas sepengetahuan Forkominda Sumbar. “Kami berkomitmen itu tidak ganggu independensi kami untuk mengkritik kekuasaan,” kata dia.
Respons BEM SI
Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) buka suara terkait mundurnya BEM Universitas Gadjah Mada (UGM) dan BEM Universitas Diponegoro (Undip) dari aliansi.
“BEM SI sangat menghormati dan menghargai keputusan yang diambil oleh BEM UGM dan BEM Undip serta BEM lain terkait keluarnya dari aliansi BEM SI Kerakyatan,” kata Koordinator Pusat Aliansi BEM SI Muzzamil Ihsan dalam keterangan resmi, Senin (21/7/2025).
BEM SI memahami keputusan tersebut karena setiap gerakan mempunyai arah dan sikap organisasi masing-masing dalam menanggapi dinamika bangsa. Dia mengklaim, BEM SI masih dalam satu semangat persatuan dalam membangun kekuatan gerakan mahasiswa yang utuh.
Ia juga membuka ruang selebar-lebarnya untuk BEM UGM dan BEM Undip kembali ke aliansi dan berdiri di barisan gerakan mahasiswa yang mengedepankan kepentingan rakyat.
“Aliansi bukanlah sekadar identitas, tapi wadah untuk memperkuat solidaritas, mempererat silaturahmi gerakan, dan merawat keberpihakan kita kepada rakyat,” ujar Ihsan.


















































































































Komentar Terbaru