Loh Undang Undang sudah selesai, ditawarkan untuk study banding. Dia bilang ‘ini hak pak’. Saya coret, saya ndak mau,” tegas Mahfud MD.
Mahfud MD enggan menerima honor terkait studi banding tersebut yang dinilai cukup besar.
“Itu gede mas uang, uang ke luar negeri itu Dollar. Sudah dapat (pesawat) bisnis, hotel, uang sakunya gede juga,” jelas politikus berusia 68 tahun tersebut.
Selain itu, Mahfud MD menceritakan pengalamannya tentang tunjangan rumah yang saat ini ramai diperbincangkan.
Kala ia menjabat sebagai wakil rakyat, rumah dinas yang ditempati harus direnovasi.
Akhirnya Anggota DPR jaman itu mendapat uang sewa rumah sebesar Rp12 juta per bulan.
“Dikasih Rp12 juta per bulan, untuk sisa jabatan 6 bulan. Itu di tahun 2008, kalau sekarang Rp50 juta per bulan ya gede banget juga, artinya per kenaikan kurs dollar atas rupiah kan tidak sampai sebanyak itu. Sampai 400 persen, dari 12 juta ke 50,” kata Mahfud.
Kembali ke detail gaji DPR, Mahfud MD mengaku rincian gaji yang beredar hanyalah uang yang diterima rutin oleh para anggota dewan.
Mahfud MD pun mengaku sempat terkejut dengan mutasi rekening yang tiba-tiba menjadi kaya raya setelah menjabat sebagai anggota DPR.
“Dulu dari anggoat DPR ke MK saya kan harus laporan harta kekayaan ke LHKPN. Sudah saya hitung ‘loh kok saya jadi kaya sekali’.
Saya kaget betul. Saya mau lapor ke KPK jadi takut,” ungkap Mahfud MD setelah membuka rekening korannya.
“Selama itu saya tidak pernah buka, karena itu langsung disetor gak pernah ngitung jumlahnya pokoknya masuk,” lanjutnya.
Mahfud MD pun menyinggung tentang pernyataan Kris Dayanti yang pernah mengungkap gaji DPR yang mencapai miliaran.
“Jadi menurut saya yang rasional sekarang itu apa yang pernah disampaikan oleh Kris Dayanti.
Bahwa lebih dari Rp2 miliar sebulan kalo dirata-rata. Itu Kris Dayanti waktu itu menyatakan itu lalu dibungkam oleh DPR ‘jangan bicara gitu’ terus dia diem,” jelas Mahfud MD.
Mahfud MD pun membenarkan menjadi Anggota DPR menjadi kaya raya.
“Iya (kaya). Kalau masih korupsi itu kurang ajar sekali, sudah banyak sekali (gajinya),” tegas Mahfud MD.
Dalam kesempatan yang sama, Mahfud MD mengungkap Anggota DPR bisa mengubah anggaran tersebut untuk dipangkas dengan alasan efisiensi. (*)


















































































































Komentar Terbaru