UPDATE

NASIONAL

Tragedi Balita Raya, Bukti Gagalnya Negara

Tragedi ini juga memperlihatkan hilangnya rasa kepedulian kolektif di masyarakat. Budaya individualisme yang lahir dari sistem kapitalisme membuat orang cenderung cuek terhadap penderitaan tetangga. Padahal, dalam Islam, masyarakat dipupuk agar peduli dan segera membantu saudaranya. Jika masyarakat Islam benar-benar hidup dengan nilai syariat, mustahil seorang balita dibiarkan sakit parah tanpa ada yang menolong.

Inilah yang membedakan Islam dari sistem sekarang. Negara Islam bukan hanya memberikan layanan kesehatan gratis dan mudah diakses, tetapi juga membangun masyarakat yang saling peduli. Dengan begitu, perlindungan anak akan nyata hadir, bukan hanya sekadar jargon di atas kertas.

Kesimpulan

Kematian Raya adalah cermin buram lemahnya perlindungan negara terhadap anak-anak miskin. Sistem kesehatan yang ada gagal menjangkau mereka yang paling membutuhkan. Kapitalisme semakin memperparah kondisi ini dengan menjadikan kesehatan sebagai komoditas yang hanya bisa diakses oleh mereka yang berduit.

Islam menawarkan solusi yang adil dan menyeluruh. Negara dalam Islam wajib hadir sebagai pelindung, menjamin kesehatan rakyat tanpa syarat, serta menumbuhkan kepedulian sosial yang kuat di tengah masyarakat. Inilah sistem yang benar-benar menempatkan anak-anak sebagai generasi penerus yang berharga, bukan korban dari abainya negara.

Wallahu’alam bish shawab.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.