UPDATE

ACEH
ACEH

Kadis DKP Aceh Dorong Diversifikasi Pasar dan Hilirisasi Udang

BANDA ACEH – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh, Aliman, S.Pi., M.Si., menegaskan perlunya langkah cepat dan strategis untuk mengatasi fluktuasi harga udang yang tengah dialami para petambak di Aceh. Menurutnya, kondisi ini harus segera direspons agar produksi udang yang saat ini mencapai puncaknya tetap dapat terserap dengan baik dan tidak menimbulkan kerugian berkelanjutan.

“Hasil rapat yang kita gelar hari ini sangat konstruktif. Masukan para pelaku usaha sangat bagus dan bisa dijadikan sebagai langkah cepat mengatasi penurunan harga udang di Aceh imbas isu kontaminasi produk udang di Banten,” ujar Aliman usai memimpin rapat koordinasi tata kelola industri udang di Banda Aceh, Senin (15/9/2025).

Aliman menjelaskan, Aceh memiliki peluang besar untuk menjaga stabilitas harga melalui beberapa langkah konkret. Di antaranya membuka pasar baru ekspor ke Cina dan Malaysia, memperkuat industri pengolahan berbasis udang di Aceh, serta menjajaki pasar domestik melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Udang bisa menjadi alternatif menu bergizi selain ikan, dan ini akan kita jajaki agar produksi petambak tetap terserap,” sebutnya.

Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan jejaring kerja sama dengan daerah lain, termasuk menindaklanjuti nota kesepahaman (MoU) yang pernah ditandatangani antara Pemerintah Aceh dan Jawa Timur pada Oktober 2022. “Insya Allah dalam waktu dekat kita akan melakukan koordinasi dengan Pemprov Jawa Timur. Barangkali bisa segera kita lakukan rapat untuk membahas peluang ini,” tambahnya.

Menurut Aliman, berbagai masukan yang muncul dari pertemuan dengan para pemangku kepentingan, termasuk Bank Indonesia, Disperindag Aceh, Disbudpar Aceh, pelaku usaha perikanan, hingga UMKM, akan disusun menjadi langkah konkret. “Kita ingin agar Aceh bukan hanya mampu mengatasi fluktuasi harga saat ini, tapi juga memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat produksi udang nasional yang berdaya saing global,” pungkasnya.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.