UPDATE

NASIONAL

Firdaus Termul Yakin Gibran Bakal jadi Presiden: Beliau Anak Muda Jenius, Masih Fresh Otaknya

Pernyataan ini jelas menunjukkan arah politik yang ingin dibangun oleh Jokowi, yaitu sebuah kontinuitas kekuasaan yang fokus pada keberlanjutan.

Namun, langkah ini dikritik keras oleh Pengamat Politik Yunarto Wijaya. Direktur Eksekutif Charta Politika ini merasa terkejut dan menyayangkan pernyataan Jokowi.

Menurutnya, seorang mantan kepala negara seharusnya sudah berada di level negarawan yang berbicara mengenai isu-isu krusial seperti perubahan iklim atau disrupsi teknologi, bukan lagi soal urusan elektoral dan kekuasaan.

“Terus terang saya agak kaget. Apalagi, kalau kita dengarkan kalimatnya, itu bisa bermakna ganda… Ini yang menurut saya sangat disayangkan dari seorang mantan presiden dua periode yang kita harapkan ada pada tahapan seorang negarawan,” ungkap Yunarto.

Ia juga berpesan kepada relawan agar tidak menjadi “domba-domba” yang hanya menuruti perintah, tetapi bisa memberikan kontribusi yang lebih bermakna bagi bangsa.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.