UPDATE

ACEH
ACEH

Bupati Aceh Besar Tekankan Pemekaran Harus Jaga Identitas Aceh Lhe Sagoe

Ia bahkan menyarankan agar nama pemekaran tidak menggunakan istilah Aceh Rayeuk karena berpotensi mengaburkan identitas Aceh Lhe Sagoe. Sebagai alternatif, ia mengusulkan nama Kabupaten Darussalam yang dinilainya lebih sesuai karena Darussalam merupakan ikon utama wilayah tersebut sekaligus pusat pendidikan Aceh.

Nama itu, sebutnya, bermakna negeri damai dan sejahtera, mudah diterima masyarakat, serta memiliki nilai prestisius. Selain itu, ia juga menyebut beberapa alternatif lain seperti Aceh Lamuri, Aceh Banda Jaya, dan Aceh Madani.

Wakil Bupati Aceh Besar Drs. H. Syukri A. Jalil dalam kesempatan itu turut menyampaikan apresiasi atas kerja keras Tim Pemekaran Aceh Rayeuk. Ia menyebut, perjuangan yang dilakukan oleh tim ini merupakan bukti nyata adanya partisipasi masyarakat dalam menentukan arah pembangunan daerah.

“Pemerintah Kabupaten tidak bisa berjalan sendiri, harus ada partisipasi aktif masyarakat. Apa yang dilakukan Tim Pemekaran adalah cerminan bahwa rakyat ingin lebih dekat dengan pemerintah dan ingin adanya percepatan pembangunan. Namun, kita juga harus paham bahwa pemekaran bukan hal instan, perlu tahapan panjang mulai dari syarat administratif, teknis, hingga persetujuan pusat,” ungkap Wakil Bupati.

Sekretaris Pemekaran Aceh Rayeuk, Syarbini, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kesediaan Bupati dan jajaran Pemkab menerima silaturahmi ini. Ia menyebutkan, perjuangan pemekaran Aceh Rayeuk lahir dari aspirasi masyarakat yang merasa perlu adanya pembagian wilayah administratif untuk mempermudah pelayanan publik dan membuka peluang pembangunan yang lebih merata.

“Kami hadir di sini dengan niat tulus, membawa suara masyarakat dari berbagai kecamatan yang ingin pemekaran ini terwujud. Bukan untuk kepentingan pribadi, tapi agar pembangunan bisa lebih merata dan akses masyarakat terhadap pelayanan menjadi lebih cepat. Kami berharap dukungan penuh dari Pemkab Aceh Besar sehingga perjuangan ini punya arah yang jelas,” ujarnya.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut akhirnya menghasilkan kesepahaman awal untuk membentuk tim koordinasi antara Pemkab Aceh Besar dengan Tim Pemekaran Aceh Rayeuk. Tim ini nantinya akan bertugas mengumpulkan data, menyusun kajian, serta menjalin komunikasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat.

Sebagaimana diketahui, wacana pemekaran Aceh Rayeuk telah lama berkembang di tengah masyarakat, terutama dari kecamatan-kecamatan seperti Ingin Jaya, Blang Bintang, Kuta Baro, Krueng Barona Jaya, Darussalam, Baitussalam, dan Mesjid Raya. Aspirasi ini muncul dari keinginan mempercepat pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat identitas lokal.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.