ACEH – Menghadapi dampak serius bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Aceh dan sekitarnya pada akhir November 2025, sejumlah lembaga kemanusiaan memperkuat sinergi.
Daftar Isi
Melalui Tim Kolaborasi Relawan Kemanusiaan Sumatera, bantuan logistik mulai didistribusikan secara masif kepada ribuan warga terdampak pada Minggu (14/12/2025).
Kolaborasi ini diinisiasi oleh berbagai instansi, di antaranya Palang Merah Indonesia (PMI), Perhimpunan Penjelajah Alam Bencana dan Konservasi Generasi Rimba Alam Semesta (GRAS), serta Mapala Genetika FP UISU Medan.
Aksi ini juga didukung penuh oleh Yayasan Pendidikan Islam Al-Fakhri Sunggal, Pemuda Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang, dan FPTI Kabupaten Asahan.
Distribusi Tahap Pertama di Titik Krusial
Koordinator Operasional Tim, Arief Rahman Hakim Harahap, menjelaskan bahwa distribusi tahap pertama difokuskan pada wilayah yang mengalami keterbatasan akses kebutuhan dasar.
“Alhamdulillah, tim telah berhasil menyalurkan amanah logistik ke beberapa titik krusial, meliputi Desa Babo, Rantau, dan tiga lokasi di Manyak Payet (Kabupaten Aceh Tamiang), serta satu lokasi di Kota Langsa,” ujar Arief.
Ia menekankan bahwa bantuan ini merupakan bentuk solidaritas lintas provinsi. “Bencana tidak mengenal batas wilayah. Ketika Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terluka, kami sebagai relawan ikut merasakannya. Ini adalah amanah dari hati masyarakat untuk meringankan beban saudara kita,” tambahnya.
Rincian Bantuan dan Transparansi Logistik
Koordinator Logistik dan Administrasi, Nurhabli Ridwan, yang juga merupakan Ketua Umum GRAS, merinci berbagai bantuan esensial yang telah tersalurkan. Bantuan tidak hanya berupa pangan, tetapi juga mencakup kebutuhan sanitasi dan kebutuhan khusus anak serta wanita.
Daftar bantuan yang disalurkan meliputi:
-
Pangan: Beras, mie instan, air mineral (69 dus), paket sembako (70 bungkus), makanan siap saji, serta hasil bumi seperti singkong dan pisang.
-
Kesehatan & Sanitasi: Obat-obatan, perlengkapan mandi, masker, pembalut wanita, dan popok bayi.
-
Sandang: Pakaian dewasa, anak-anak, jilbab, selimut, hingga alas kaki.
-
Psikososial: Paket boneka untuk anak-anak di pengungsian.
“Kami hadir sebagai penghubung antara dermawan dan masyarakat agar bantuan sampai secara cepat, tepat, dan menjawab kebutuhan paling mendesak,” jelas Nurhabli.
Panggilan Kemanusiaan: Membuka Donasi Lanjutan
Meskipun tahap pertama telah terlaksana, tim kolaborasi memastikan bahwa operasional distribusi akan terus berlanjut mengingat proses pemulihan yang masih panjang. Masyarakat luas diajak untuk terus memberikan dukungan.



















































































































Komentar Terbaru