UPDATE

NASIONAL
NASIONAL

Bebas Aktif Tapi Bersekutu dengan AS dan Israel: Berpotensi Melanggar Konstitusi

Hegemoni Trump

Pemerintah Trump dan para Senator bahkan menjatuhkan sanksi dan ancaman teror pada para hakim ICC/ICJ di Den Haag, yang menjatuhkan hukuman pada Netanyahu.

Bagaimana Menlu Sugiono bisa menjelaskan hal itu pada masyarakat dan para pemangku kepentingan di Tanah Air dan negara Palestina bahwa Indonesia bergabung dengan Trump ini, tidak memutihkan kejahatan Israel atau pun secara tidak langsung mengakui eksistensi Israel yang  pada dasarnya menyingkirkan kepentingan Palestina. 

Israel sejak Juli 2025 melalui keputusan Parlemen menolak setiap upaya penyelesaian damai solusi dua negara. Kelompok ekstrim kanan fraksi Ben Gvir dan Smotrich jelas menyatakan tidak akan pernah ada negara Palestina merdeka.

Oleh sebab itu satu hal yang amat mendesak saat ini selain gencatan senjata yang dipatuhi Israel, Indonesia harus memperjuangkan bahwa yang diperlukan saat ini adalah Dewan Keamanan PBB bisa mengupgrade meningkatkan status kursi Palestina di PBB dari permanen observer menjadi anggota penuh. 

Presiden Prabowo dengan akses yang dimiliki dalam Dewan Perdamaian ini untuk segera mendesak Trump agar Dewan Keamanan PBB menyusun resolusi meningkatkan status penuh Palestina di kursi PBB. 

Resolusi AS di Dewan Keamanan soal ini pasti tidak akan diveto negara lain, karena selama ini hanya AS lah yang justru menentang Palestina mendapat kursi anggota penuh. 

Tidak benar yang dikatakan bahwa Dewan Keamanan PBB tidak berbuat apa-apa. Puluhan inisiatif dan ratusan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menentang pendudukan Israel bergulir sejak 1949. Lebih dari 50 resolusi untuk menghentikan tindak kejahatan Israel dilawan dengan pembangkangan Israel dan pembelaan veto AS.

Pembangkangan Israel dan proteksi pemihakan AS pada kejahatan Israel berupa aliansi politik dan militer AS-Israel ini jelas menjadi sumber penghalang kemerdekaan Palestina. 

Mungkinkah Dewan Perdamaian dengan adanya Indonesia, tidak menjadi sumber penghalang untuk kedua atau kesekian kalinya, bagi kemerdekaan Palestina?

Kolonialisme, apartheid, ethnic cleansing, hingga genosida Israel pada warga Palestina selama tujuh dasawarsa ini bisa terjadi karena zionisme Israel dan AS menghalangi dunia untuk menghentikan Israel.

Bahkan beberapa studi menyebut AS menjadi para pihak yang terlibat serius turut menyumbangkan krisis kemanusiaan dahsyat, seiring aksi genosida Israel di Gaza dan Palestina dua tahun terakhir.

Mungkinkah AS dan Israel berubah sikap dalam Dewan, sementara peran penetrasi suara Indonesia amat kecil, kalau tidak ingin disebut tidak berpengaruh sama sekali.

image_print
1 2 3 4 5

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.