“Saya tulis dalam bahasa Jepang bahwa yang bersangkutan tesis dengan master yang tertulis di CV itu tidak ada,” katanya.
Menurutnya sistem di Jepang akan memeriksa ke semua jaringan.
“Di Jepang itu sewaktu dia menerima informasi dia mengevaluasinya bertingkat. Dia cek ke fakultas bahkan departemen jurusannya, dan itu tidak ditemukan sama sekali,” kata Rony Teguh.
2. Rismon cuma jadi penulis ke-4
Rony Teguh mengaku cuma menemukan prosiding milik Rismon Sianipar yang ditulis pada 2006 silam.
Prosiding merupakan kumpulan makalah atau artikel dari seminar, konferensi, atau pertemuan ilmiah lainnya.
“Orang ini atau penuduh ini memiliki hanya satu prosiding. Prodising itu tingkat kasta terendah dalam sebuah penelitian karena dia hanya menampilkan data baru yang belum bisa dijadikan paper utama,” jelasnya.
Kejanggalan lain adalah peran Rismon Sianipar sebagai penulis nomor empat dalam makalah tersebut.
“Biasanya penulis ke 4 itu penulis pembantu. Hanya bantu, kadang ngedit, yang menjadi penulis utama The First Outers itu penulis utamanya.”
“Dia bekerja dari analisis, menulis, memverifikasi sampai disodorkan ke profesornya,” katanya.
3. Tampilan fisiknya berbeda dengan ijazah asli
Pakar digital forensik Josua Sinambela ikut mengurai kejanggalan-kejanggalan dari ijazah Rismon Sianipar.
Ditegaskan Josua, ijazah yang ditunjukkan Rismon Sianipar sangat berbeda jauh dengan banyak ijazah dari alumnus Yamaguchi University yang dia teliti, bahkan dari fakultas yang sama.
Josua bahkan menyebut tidak perlu pakar digital forensik untuk bisa mencari kejanggalan ijazah Rismon.
“Anak SD pun bisa membandingkan,” ujar Josua dikutip dari tayangan youtube Analis Forensik Digital – DFTalk pada Rabu (4/6/2025).
Josua membandingkan ijazah S2 yang ditunjukkan Rismon di media dengan ijazah asli alumnus Yamaguchi.
Terlihat ijazah RIsmon kertasnya berwarna putih, sementara ijazah asli Yamaguchi warna kertasnya kuning.
“Apakah ini (ijazah Rismon) copyan yang diprint. Silakan saja. Tapi warnanya terlihat berbeda,” terang Josua.
4. Stempelnya dan tanda tangan janggal
Dikatakan Josua, ijazah yang ditunjukkan Rismon menggunakan huruf kanji dengan hanya ada satu stempel di sebelah kanan.
Sementara ijazah asli, ada dua stempel di atas kanan dan di bawah.
“IJazah di Yamaguchi yang Bachelor ada 3 stempel, untuk master dan doktor 2 stempel,” katanya.
Dikatakan Josua ijazah dengan huruf kanji tidak ada tanda tangan, sementara punya RIsmon ada tanda tangannya.
“Saya pastikan semuanya pakai stamp dan menggunakan kata kanji,” katanya.































































































Beri Komentar