“Tapi dia bukan marah sebagai manusia biasa, dia marah sebagai akademisi yang paham dengan kebijakan, bahkan dia terangkan dengan bagus di situ, semua orang mengerti bahwa ada masalah di negeri ini, ada masalah dengan kepemimpinan presiden Prabowo, tapi sekali lagi itu adalah pendapat akademisi dengan mempunyai data, dengan membandingkan opini publik,” ujarnya.
Diketahui dikutip dari Instagram Kamus Mahasiswa, Tiyo merupakan mahasiswa Program Sarjana Filsafat di Universitas Gadjah Mada ini masuk pada 16 Agustus 2021 dan hingga Semester Genap 2024/2025 masih berstatus aktif.
Berasal dari Kudus dan lahir pada 26 April, Tiyo tumbuh sebagai aktivis kampus sebelum akhirnya dipercaya memimpin BEM UGM.
Namanya menjadi perhatian nasional setelah BEM UGM mengirim surat terbuka ke UNICEF pada 6 Februari 2026, merespons tragedi siswa SD di NTT yang diduga tak mampu membeli alat tulis.
Dalam sikapnya, Tiyo ikut mengkritisi prioritas anggaran pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikaitkan dengan Presiden Prabowo Subianto.
Tiyo juga mengucapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto sebagai Presiden Bodoh.
“PRESIDEN BODOH, Kita sedang dipimpin oleh orang bodoh yang tidak sadar bahwa dirinya bodoh dan karenanya tak pernah mau belajar, tapi justru memilih menularkan kebodohannya kepada yang lain. Ajaibnya orang pintar di sekelilingnya rela-rela saja dibuat bodoh dan dengan bangga menjunjung kebodohan pimpinannya,” tulisnya.


















































































































Komentar Terbaru