Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr Mujiburrahman MAg mengapresiasi capaian tim peneliti UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Menurut dia, hasil riset itu menunjukkan kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan teknologi masa depan.
“Kami mengapresiasi capaian para peneliti UIN Ar-Raniry yang mampu menghasilkan inovasi di bidang teknologi material baterai,” ujarnya.
Ia menilai dukungan program MORA The AIR Fund menunjukkan sinergi antara kebijakan pemerintah dan riset perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi strategis bagi bangsa.
Pengembangan material baterai ramah lingkungan menjadi fokus riset global, terutama untuk mendukung teknologi kendaraan listrik, sistem penyimpanan energi terbarukan, serta transisi menuju ekonomi hijau.
Ke depan, tim peneliti berencana melanjutkan riset pada tahap optimasi material, pengujian performa jangka panjang, serta pengembangan skala produksi agar teknologi tersebut dapat mendukung industri baterai nasional.
Pada Program Riset Indonesia Bangkit 2026, UIN Ar-Raniry meloloskan dua tim peneliti. Tim yang dipimpin Inayatillah memperoleh pendanaan Rp 350 juta untuk dua tahun, sedangkan tim yang dipimpin Zya Dyena Meutia mendapat Rp 500 juta untuk periode yang sama.
Sebelumnya, pada 2025, tim peneliti yang diketuai Mujahid juga memperoleh pendanaan riset sebesar Rp 5 miliar untuk tiga tahun. []















































































































