BANDA ACEH – Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran memasuki fase paling berbahaya sepanjang sejarah.
Sebuah sumber internal di militer Iran memperingatkan bahwa langkah ‘gila’ Presiden AS Donald Trump yang menargetkan infrastruktur vital Iran berisiko membawa api peperangan langsung ke dalam wilayah kedaulatan Amerika Serikat.
Peringatan keras ini muncul menyusul klaim keberhasilan militer Iran dalam menggagalkan operasi penyelamatan pilot AS di selatan Isfahan pada Minggu (5/4/2026).
Dalam insiden tersebut, sejumlah alutsista canggih Amerika, termasuk helikopter Black Hawk dan pesawat angkut militer, dilaporkan hancur lebur.
Sumber yang dikutip kantor berita Iran Tasnim News, menegaskan bahwa Iran siap meningkatkan ketegangan hingga batas tertinggi yakni menciptakan daya rusak di wilayah Amerika.
Meski tidak secara eksplisit merujuk pada serangan rudal lintas benua, sumber tersebut memberikan isyarat mencekam mengenai stabilitas domestik Amerika.
“Trump akan melihat bahwa mereka akan mengalami kekacauan hebat dari dalam wilayah Amerika sendiri jika terus menghancurkan infrastruktur kami,” tegas sumber tersebut.
Ancaman ini menjadi sinyal bahwa simpul-simpul kepentingan AS di seluruh dunia, bahkan di tanah kelahirannya, kini berada dalam posisi rentan.
Kejutan Besar
Sebelumnya seorang pejabat keamanan senior Iran mengatakan Teheran bergerak maju sesuai dengan rencana operasional yang tepat dan memperingatkan akan adanya kejutan besar bagi AS dan rezim Zionis.
Ia juga mengatakan strategi militer Washington sebagai tidak efektif.
Pejabat keamanan senior Iran tersebut mengungkapkan bahwa pada hari Sabtu Iran melanjutkan sesuai dengan strategi dan target yang telah ditentukan sebelumnya, menekankan bahwa negara tersebut memiliki kejutan besar yang disiapkan untuk AS dan rezim Israel.
Kejutan itu kata dia sebagai tanggapan atas agresi militer mereka terhadap Iran.
Pejabat tersebut mengkritik pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai apa yang disebut target dinamis.
Ia menggambarkan istilah tersebut sebagai tidak berarti dalam urusan militer.
Ia berpendapat bahwa pernyataan tersebut mencerminkan kurangnya ketelitian dalam penargetan AS, sambil menegaskan bahwa Iran bertindak berdasarkan perencanaan yang jelas dan tujuan yang terdefinisi dengan baik.
Pejabat tersebut lebih lanjut mencatat bahwa kegagalan berulang dalam operasi militer AS—terutama setelah jatuhnya beberapa pesawat—telah mendorong Washington untuk bergantung pada narasi media untuk mengimbangi kelemahan di medan perang.



















































































































Komentar Terbaru