UPDATE

NASIONAL

Jahmada Girsang dan Refly Harun Nyaris Adu Jotos di Acara Live Rakyat Bersuara, Sempat Kontak Fisik

Aksi hampir baku hantam  ini sangat disayangkan mengingat keduanya merupakan pakar hukum yang seharusnya mengedepankan argumentasi intelektual.

Refly Harun yang menyebut Jahmada sebagai “teman baik” justru menunjukkan gestur kekecewaan mendalam sebelum akhirnya benar-benar meninggalkan studio.

Sebelumnya, Rismon Sianipar mengkritik pengelolaan buku yang dinilai tidak transparan.

Pernyataan itu kemudian dibalas oleh Roy Suryo yang membela pihak dokter Tifa, sebelum akhirnya Refly Harun masuk memberikan pandangan hukum.

Dalam paparannya, Refly menegaskan perbedaan peran antara penulis dan pengelola buku.

Ia menilai tidak semua penulis berhak menuntut transparansi finansial jika tidak terlibat dalam produksi dan distribusi. Pernyataan itu memicu respons keras dari pihak yang berseberangan.

Refly: Jahatnya Jokowi

Sebelumnya Refly Harun, melontarkan pernyataan menohok terhadap Presiden Joko Widodo dalam program diskusi Rakyat Bersuara tersebuy.

Refly tanpa ragu menyebut mantan Wali Kota Solo itu “jahat” lantaran dianggap membiarkan publik terus bertikai terkait keabsahan ijazah pendidikannya.

“Inilah jahatnya orang yang bernama Joko Widodo. Kenapa jahat? Dia membiarkan anak bangsa terpecah belah mendebatkan apakah ijazahnya asli atau palsu,” tegas Refly dengan nada tajam sebelum memutuskan walk out dari studio.

Menurut Refly, keributan berkepanjangan ini seharusnya bisa diselesaikan dalam hitungan jam jika Jokowi bertindak sebagai seorang negarawan.

Ia menuntut adanya transparansi total, bukan sekadar menunjukkan fisik ijazah di hadapan penyidik kepolisian.

“Kalau dia seorang negarawan, kita tantang malam ini tunjukkan ijazahnya. Undang press conference, undang Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan semua pakar telematika hingga digital forensik seluruh dunia. Buktikan apakah spesimen itu asli,” ujarnya lagi.

Refly menilai, ketiadaan langkah konkret dari Istana untuk mengakhiri polemik ini justru menjadi bumerang yang terus menggerus kohesi sosial masyarakat Indonesia.

Bela Dokter Tifa

Sebelum menyinggung sosok Jokowi, perdebatan sempat memanas terkait transparansi pengelolaan buku Jokowi White Paper.

Menanggapi tudingan kuasa hukum Rismon Sianipar, Jahmada Girsang, soal “manajemen gelap” dr. Tifa, Refly memberikan pembelaan dari sudut pandang seorang penulis.

Ia menekankan perbedaan mendasar antara posisi writer (penulis) dan publisher (penerbit).

Refly mengungkapkan bahwa dr. Tifa adalah pihak yang menanggung seluruh risiko finansial, mulai dari biaya cetak hingga sosialisasi di berbagai kota.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.