“Beliau juga mengapresiasi Plt Kepala Distanbun Aceh beserta jajaran hingga tingkat kabupaten/kota yang terus bekerja secara maksimal,” kata Nurlis.
Menurut Nurlis, Gubernur Mualem menginstruksikan Plt Kepala Distanbun Aceh untuk terus bekerja keras demi meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya yang terdampak bencana.
Selain itu, Mualem juga mengarahkan agar Distanbun Aceh memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak.
“Baik itu dengan Kementerian Pertanian, Satgas PRR Kemendagri, pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, TNI, Polri, serta berbagai pihak terkait guna memastikan seluruh program berjalan sesuai target,” ujarnya.
Gubernur berharap percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi lahan tidak hanya memulihkan kondisi sawah, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di seluruh wilayah terdampak.
Rincian Program Optimalisasi Lahan
Pemerintah Aceh mencatat sejumlah program pemulihan lahan pertanian yang tengah berjalan, antara lain:
- Optimasi lahan (oplah) untuk sawah rusak ringan
- Anggaran: Rp155.658.250.000
- Cakupan: 16 kabupaten/kota
- Luas lahan: 27.071 hektare
- Progres fisik berkontrak: 22.126 hektare atau sekitar 56 persen.
- Rehabilitasi sawah rusak sedang
- Anggaran: Rp186.043.500.000
- Cakupan: 11 kabupaten
- Luas lahan: 13.781 hektare
- Progres rehabilitasi: sekitar 4.393 hektare atau 32 persen.
- Pembangunan irigasi perpompaan
- Target: 641 unit di 16 kabupaten/kota
- Anggaran: Rp98.073.000.000
- Realisasi: 456 unit telah terbangun dengan realisasi keuangan sekitar 53,2 persen. Sisanya masih dalam tahap pengerjaan dan proses administrasi.
- Pembangunan irigasi perpipaan dan bangunan konservasi
- Irigasi perpipaan: 149 unit di 13 kabupaten/kota dengan anggaran Rp14.006.000.000 dan progres sekitar 50 persen.
- Bangunan konservasi: 45 unit dengan anggaran Rp5.400.000.000 dan realisasi keuangan sekitar 36 persen.
- Jaringan irigasi tersier dan Jalan Usaha Tani (JUT)
- Jaringan irigasi tersier: 300 unit dengan anggaran Rp30.000.000.000. Hingga kini sekitar 235 unit telah terbangun atau mencapai sekitar 78 persen.
- Jalan Usaha Tani (JUT): 106 unit dengan anggaran Rp11.660.000.000. Realisasi keuangan telah mencapai sekitar 31 persen.
Secara keseluruhan, seluruh program rehabilitasi dan rekonstruksi lahan pertanian tersebut telah mencapai realisasi keuangan sebesar 48,48 persen per 21 Juli 2026.[]


















































































































Komentar Terbaru