UPDATE

LINGKUNGAN
LINGKUNGAN

BBKSDA Sumut & KPA GRAS Kampanye Jaga Alam di HUT RI Kutagugung

NAMAN TERAN – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara Melalui Resort TWA Deleng Lancuk bersama Perhimpunan Penjelajah Alam Bencana dan Konservasi Generasi Rimba Alam Semesta (GRAS), Kader Konservasi Alam (KKA) dan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) Deleng Lancuk mengkampanyekan Gerakan Bersama Menjaga Alam pada kegiatan Pawai HUT RI ke-81 yang berlangsung di Foursety (Lapangan Camp Ground Kutagugung), Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara.

Kegiatan pawai dilaksanakan pada Senin, 17 Agustus 2026, pukul 07.30 WIB, dengan melibatkan berbagai unsur pemerintahan, sekolah, Mahasiswa KKN UINSU dan masyarakat. Selain menjadi bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menyampaikan pesan penting tentang kepedulian terhadap lingkungan, hutan, satwa liar, serta kelestarian alam.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Rangkaian Pawai HUT RI ke-81 dimulai dan berakhir di Foursety (Lapangan Camp Ground KutaGugung), dengan rute: Rute pawai Start (1) Foursety (Lapangan Camp Ground KutaGunggung) (2) Jalan Poros Desa Kuta Rakyat – KutaGunggung (3) Jalan Karo-Langkat (4) Simpang Lau Kawar (5) Gapura Desa Kutaragugung (6) Jambur Desa KutaGugung (7) Foursety (Lapangan Camp Ground KutaGugung) Finish.

Rute tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI ke-81 sekaligus menyampaikan pesan “Gerakan Bersama Menjaga Alam” kepada masyarakat sepanjang perjalanan pawai.

Kehadiran BBKSDA Sumatera Utara bersama KPA GRAS, KKA dan MMP Deleng Lancuk menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat bahwa memaknai kemerdekaan juga berarti menjaga kekayaan alam Indonesia. Hutan, satwa liar, sumber air, dan seluruh ekosistem merupakan kekayaan bangsa yang harus dilindungi dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Melalui kampanye “Gerakan Bersama Menjaga Alam”, masyarakat diajak mengambil peran nyata dalam menjaga lingkungan, melindungi kawasan hutan, mencegah perusakan alam, serta menjaga keberadaan satwa dan keanekaragaman hayati.

Kepala Resort TWA Deleng Lancuk, Samuel Siahaan, mengatakan bahwa kegiatan pawai HUT RI ke-81 menjadi momentum positif untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan kawasan konservasi.

“Kegiatan pawai dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-81 ini menjadi momentum yang sangat baik untuk mengajak masyarakat bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan kawasan konservasi. Kami berharap pesan menjaga alam dapat terus digaungkan, bukan hanya pada momentum perayaan kemerdekaan, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat,” ujar Samuel Siahaan.

Menurutnya, keberadaan kawasan konservasi memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlangsungan kehidupan masyarakat.

“Kawasan konservasi merupakan bagian penting dari kehidupan kita. Dengan menjaga hutan, satwa liar, sumber air, dan ekosistem yang ada, kita turut menjaga kehidupan dan masa depan generasi mendatang. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan para pegiat konservasi sangat penting untuk mewujudkan alam yang tetap lestari,” lanjutnya.

Sementara itu, Founder sekaligus Ketua Umum KPA GRAS, Nurhabli Ridwan, yang juga merupakan Kader Konservasi Alam binaan Balai Besar KSDA Sumatera Utara, mengatakan bahwa momentum HUT RI ke-81 merupakan kesempatan untuk memperkuat semangat masyarakat dalam menjaga alam.

“Kemerdekaan Republik Indonesia harus kita maknai bukan hanya sebagai kebebasan, tetapi juga sebagai tanggung jawab bersama untuk menjaga kekayaan alam yang telah diwariskan kepada kita. Hutan, satwa liar, sungai, dan seluruh ekosistem merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat dan generasi mendatang. Karena itu, melalui momentum HUT RI ke-81 ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bergerak bersama menjaga alam, dimulai dari lingkungan sekitar kita,” ujar Nurhabli Ridwan.

Ia menambahkan bahwa konservasi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun kelompok pecinta alam, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Kami percaya bahwa konservasi bukan hanya tugas pemerintah atau kelompok pecinta alam, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat. Semangat gotong royong dalam menjaga alam harus terus kita hidupkan, karena menjaga alam berarti menjaga kehidupan dan masa depan Indonesia,” lanjutnya.

Kegiatan tersebut juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, bahwa semangat nasionalisme dapat diwujudkan melalui kepedulian dan tindakan nyata dalam menjaga lingkungan.

Semangat gotong royong, persatuan, dan kepedulian terhadap alam menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bahwa kemerdekaan Indonesia harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Setelah rangkaian kegiatan pawai, agenda dilanjutkan dengan Upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus momentum untuk memperkuat semangat persatuan, kebangsaan, dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

BBKSDA

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan dua bibit pohon Sampinur Bunga (Dacrycarpus imbricatus) tumbuhan asli TWA Deleng Lancuk dari kepala Resort TWA Deleng Lancuk, Samuel Siahaan kepada Kepala Desa Kutagugung, Terkelin Sembiring dan Perwakilan Mahasiswa KKN UINSU, Ikhsan sebagai bentuk aksi nyata kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian alam.

Penyerahan bibit pohon tersebut menjadi simbol bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui perayaan, tetapi juga melalui tindakan nyata yang nantinya akan ditanam di lingkungan sekitar foursety sehingga dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan generasi mendatang.

BBKSDA Sumatera Utara bersama KPA GRAS, KKA dan MMP Deleng Lancuk berharap kampanye “Gerakan Bersama Menjaga Alam” dapat terus berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan masyarakat secara luas.

Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni peringatan HUT RI, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian dan aksi nyata dalam menjaga hutan, melindungi satwa, merawat sumber air, serta mempertahankan keanekaragaman hayati Sumatera Utara.

image_print

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.