Kepala sekolah (kepsek) dan guru SD di Langkap, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, terekam berhubungan seks di sekolah. Terkuaknya perbuatan mesum sejoli itu berkat kerja sama warga dan komite sekolah yang resah dengan perilaku keduanya.
Jadi ‘Rutinitas’ Tiap Rabu dan Sabtu
Tokoh masyarakat di Desa Kedungwuni, Saim (46), mengatakan masyarakat tidak resah secara tiba-tiba. Ia mengutarakan dugaan aksi tidak senonoh keduanya sudah berulang kali terjadi, bahkan seolah menjadi ‘rutinitas’ karena terjadi pada hari tertentu.
“Itu dilakukan bukan hanya sekali. Bahkan itu sudah menjadi kegiatan rutinitas yang dilakukan setiap hari Rabu dan hari Sabtu,” kata Saim kepada detikJateng, Selasa (8/9/2026).
Dijelaskan Saim, sebelum warga dan komite sekolah sepakat memasang CCTV, mereka sering memergoki kepsek dan guru tersebut. Namun, ketika dikonfrontasi, mereka berdua selalu mengelak.
“Nah, sempat… Iya, sempat kepergok dengan guru, sempat kepergok dengan wali murid, ketika ditegur itu mengelak,” ungkapnya.
Pasang di Atap Rusak untuk Kelabui Sejoli
Karena itu, komite sekolah sepakat untuk memasang CCTV. Tujuannya untuk mengambil bukti perselingkuhan keduanya.
“Makanya dari komite sekolah ada inisiatif memasang CCTV itu untuk bisa mengambil bukti apa yang dilakukan keduanya,” ujarnya.
“Kalau inisiasi ya, warga kami,” lanjutnya.
CCTV tersebut dipasang pada Juli 2026 lalu. Tepatnya sebelum pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS).
Saim mengungkapkan mereka memasang kamera pengawas di lokasi yang tidak bisa dilihat baik kepsek maupun si guru. Atap ruang guru yang tengah rusak dipilih sebagai lokasi.
“Di ruang guru itu ada atap yang jebol. Itu dimanfaatkan untuk menyisipkan CCTV di atasnya. Jadi yang di ruangan itu juga tidak mengetahui bahwa di atas itu ada CCTV,” jelasnya.
“CCTV tersebut, dibeli secara patungan dengan biaya sekitar Rp200 ribu,” ungkapnya.
Kepsek-Guru Terekam 2 Kali Ngeseks
Saim melanjutkan, CCTV itu kemudian merekam dua momen perilaku tak terpuji kepsek dan guru tersebut.
“Ya, dari hasil CCTV itu ditemukan dua rekaman berdasarkan kecurigaan komite sekolah. Akhirnya kan memantau setiap hari yang dicurigai. Nah, terjadilah saat itu. Ada kecurigaan, akhirnya dimonitor, ternyata terjadi,” ujar Saim.
Salah satunya ialah seperti yang viral di media sosial, sementara satu lagi dinilai lebih vulgar. Rekaman yang dinilai lebih vulgar disebut masih disimpan dalam flashdisk dan diamankan oleh pihak sekolah.
“Rekaman lebih vulgar telah diamankan, agar tidak tersebar,” imbuhnya.


















































































































