UPDATE

NASIONAL

Kasus MBG Vs Perkara Febrie, Mahfud Soroti Dugaan “Barter” Perhatian

Kejagung turut menanggapi beredarnya berita acara di media sosial yang disebut memuat informasi mengenai pemberian uang kepada pejabat di lingkungan Kejagung.

Anang menegaskan dokumen yang beredar tersebut bukan berita acara yang dibuat oleh Tim 9. Ia juga menyebut sebagian informasi mengenai pemberian uang yang beredar tidak benar.

Namun, Kejagung tetap menyatakan adanya indikasi dugaan pemerasan dalam perkara tersebut.

“Indikasi pemerasan ada. Bagaimana nantinya itu? Nanti sebentar lagi berkasnya akan tuntas dan akan segera dilimpah ke pengadilan,” kata Anang.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa perkara Febrie kini memasuki fase yang semakin menentukan, sementara kasus MBG masih berada dalam proses penyidikan.

Publik Menunggu Jawaban, Bukan Pergantian Isu

Di titik inilah pertanyaan Mahfud menjadi relevan untuk dijawab secara terbuka oleh aparat penegak hukum.

Meredanya pemberitaan mengenai MBG tidak serta-merta berarti perkara tersebut dihentikan. Begitu pula munculnya perkara Febrie tidak otomatis membuktikan adanya pertukaran atau “barter” penanganan perkara.

Namun, persepsi publik dapat tumbuh ketika dua perkara besar berjalan bersamaan dengan tingkat eksposur dan perkembangan yang berbeda.

Karena itu, yang dibutuhkan publik bukan sekadar siapa yang sedang menjadi pusat perhatian, melainkan seberapa jauh setiap perkara dibongkar dan siapa saja yang dimintai pertanggungjawaban apabila bukti mengarah kepada mereka.

Jika memang penyidikan MBG masih berjalan, Kejagung perlu menjelaskan secara terang tahapan perkara tersebut, perkembangan pemeriksaan, konstruksi perkara, kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat, serta target penyelesaian dan pelimpahan ke pengadilan.

Sebaliknya, jika penyidik menyimpulkan bahwa perkara hanya melibatkan pihak-pihak yang telah ditetapkan atau diperiksa, publik juga berhak mengetahui dasar kesimpulan tersebut.

Sebab, perkara besar tidak boleh kehilangan urgensinya hanya karena muncul perkara yang lebih baru dan lebih gaduh.

Pertanyaan akhirnya sederhana, tetapi tajam: apakah kasus MBG sedang bergerak menuju pembongkaran yang lebih luas, atau perlahan sedang dikecilkan agar berhenti pada pihak-pihak yang sudah terlanjur terseret?

Jawaban atas pertanyaan itu akan menentukan apakah kasus MBG benar-benar sedang menuju penuntasan, atau justru kehilangan daya ledaknya di tengah hiruk-pikuk perkara baru.

Dan selama belum ada penjelasan yang terang, istilah “bom besar” yang dilontarkan Mahfud akan terus menyisakan pertanyaan: siapa sebenarnya yang akan dibongkar sampai ke akar-akarnya?

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3 4

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.