UPDATE

NASIONAL
NASIONAL

Siapa Sangka dari Kapolsek Pasar Minggu, Suyudi Ario Seto jadi Orang Nomor Satu di Polri

Namun, masa jabatannya sebagai Kapolda Banten tidak berlangsung lama. Pada Agustus 2025, Suyudi dimutasi sebagai perwira tinggi Bareskrim Polri dalam rangka penugasan di luar struktur.

Tidak lama kemudian, Presiden Prabowo Subianto memberikan kepercayaan baru kepadanya untuk memimpin BNN.

Presiden Prabowo melantik Suyudi sebagai Kepala BNN pada 25 Agustus 2025. Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 118/TPA Tahun 2025. Ia menggantikan Komjen Pol. Marthinus Hukom.

Pelantikan itu sekaligus membawa Suyudi ke lembaga yang memiliki tugas utama dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

Beberapa pekan setelah dilantik sebagai Kepala BNN, Suyudi resmi menyandang pangkat Komisaris Jenderal Polisi atau jenderal bintang tiga.

Kenaikan pangkat tersebut dilakukan melalui Korps Raport di Rupattama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (12/9/2025).

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Menariknya, ketika namanya mulai disebut sebagai salah satu sosok yang berpotensi menggantikan Kapolri, Suyudi pada September 2025 sempat membantah isu tersebut.

Saat itu ia mengatakan dirinya masih fokus menjalankan tugas sebagai Kepala BNN.

“Saya sedang fokus melaksanakan tugas di BNN RI. Tolong dukung saya. Jadi, sekali lagi, saya sampaikan bahwa itu tidak benar,” kata Suyudi, seperti diberitakan ANTARA pada 15 September 2025.

Namun, perkembangan Politik dan kelembagaan setahun kemudian membawa namanya ke posisi yang berbeda.

Pada 1 Oktober 2026, Suyudi menjalani fit and proper test sebagai calon Kapolri di Komisi III DPR RI. Dalam pemaparannya, ia membawa tema “Polisi Bersama Masyarakat” dan menyampaikan arah transformasi Polri apabila dipercaya memimpin institusi tersebut.

Gagasannya mencakup pembenahan internal kepolisian, pembacaan terhadap aspirasi masyarakat, hingga program kerja 100 hari pertama dan keberlanjutan agenda pembenahan Polri sampai 2029.

Perjalanan pendidikan Suyudi juga turut melengkapi kariernya.

Setelah lulus Akpol 1994, ia menempuh pendidikan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2003 dan kemudian Sespimti pada 2018.

Tidak hanya karier kepolisian, Suyudi juga memperoleh pengakuan dari lingkungan akademik.

Pada 31 Januari 2026, Universitas Tarumanagara menganugerahkan gelar Doktor Honoris Causa bidang Ilmu Hukum kepada Suyudi. Penghargaan tersebut diberikan dalam sidang terbuka Senat Universitas Tarumanagara di Jakarta Barat.

Universitas Tarumanagara menyebut penganugerahan tersebut sebagai bentuk pengakuan akademik atas kontribusi Suyudi dalam pengembangan dan penegakan hukum, termasuk dalam bidang kebijakan, penegakan hukum dan upaya pemberantasan narkotika.

image_print
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.