UPDATE

LINGKUNGAN
LINGKUNGAN

Founder KPA GRAS Ikuti Pelatihan Pengelolaan Sampah Organik di BBPVP Medan

Sementara itu, empat paket pelatihan vokasi Batch 6 Tahun 2026 mencakup bidang industri dan jasa, pengelolaan lingkungan, serta pariwisata dan industri kreatif secara resmi di buka.

Kehadiran program Pengelolaan Limbah Organik Skala Rumah Tangga dalam kategori green job menunjukkan bahwa pelatihan vokasi juga membuka ruang bagi pengembangan keterampilan di bidang lingkungan dan ekonomi berkelanjutan. Program ini diharapkan membekali peserta dengan kemampuan yang bermanfaat, baik untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan kegiatan produktif yang mendukung pengelolaan lingkungan.

Nurhabli Ridwan Perkuat Kompetensi Pengelolaan Sampah Organik

Bagi Nurhabli Ridwan, keikutsertaan dalam Pelatihan Pengelolaan Limbah Organik merupakan kesempatan untuk memperoleh sertifikasi kompetensi BNSP dalam Pengelolaan Sampah Organik serta memperdalam pengetahuan, memperoleh keterampilan praktis, dan meningkatkan kompetensi profesional yang dapat diterapkan dalam kegiatan konservasi.

Sebagai kader konservasi, ia menilai bahwa upaya pelestarian lingkungan tidak hanya terbatas pada perlindungan hutan, keanekaragaman hayati, dan habitat satwa liar, tetapi juga mencakup pembangunan perilaku masyarakat yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan, termasuk dalam mengurangi dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Pengelolaan sampah yang tidak tepat dapat menimbulkan pencemaran tanah dan air serta menambah tekanan terhadap ekosistem. Karena itu, pengurangan sampah, pemilahan, dan pengolahan limbah organik menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Nurhabli mengatakan bahwa peningkatan kompetensi melalui pelatihan vokasi dapat menjadi bekal untuk memperluas dampak kegiatan konservasi di tengah masyarakat.

Menurutnya, persoalan sampah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, terutama generasi muda dan komunitas lingkungan, melalui edukasi, perubahan perilaku, serta penerapan metode pengelolaan sampah yang tepat.

Ia berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan melalui edukasi lingkungan, kampanye pengurangan sampah, serta praktik pengelolaan limbah organik skala rumah tangga bersama masyarakat dan komunitas.

Melalui GRAS, keterampilan tersebut berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan berbasis komunitas, seperti edukasi pemilahan sampah, pengolahan sampah organik menjadi kompos, serta pemanfaatan hasil pengolahan untuk mendukung kegiatan penghijauan dan penanaman pohon.

“Bagi saya, konservasi perlu dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya menjaga hutan dan keanekaragaman hayati, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah dengan baik. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan ini nantinya diharapkan dapat saya terapkan dalam edukasi lingkungan dan aksi nyata bersama komunitas dan masyarakat,” ujar Nurhabli.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3 4 5 6
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.