MEDAN – Kepala Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan, Amran secara resmi membuka empat paket program pelatihan vokasi batch 6 tahun 2026 sekaligus menutup empat paket pelatihan sebelumnya.
Kegiatan yang berlangsung di gedung serbaguna BBPVP Medan, Jl. Amal No.9, Sunggal, Kec.Medan Sunggal, Kota Medan Sumatera Utara, pada Kamis (29/10/2026) ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, memperluas kesempatan kerja, serta memperkuat sinergi antara lembaga pelatihan, kepolisian, dan dunia industri.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, dalam rangka kunjungan kerja untuk melakukan verifikasi dan pengecekan langsung terhadap perkembangan peserta pelatihan yang tergabung dalam program inovatif Poliran (Polisi Peduli Pengangguran).
Turut hadir Kasat Intel Polrestabes Medan, Kasat Binmas Polrestabes Medan, para Kapolsek wilayah Polrestabes Medan, serta Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Medan yang hadir mewakili ketua APINDO Kota Medan. Hadir pula para koordinator, subkoordinator, dan instruktur di lingkungan BBPVP Medan.
Kehadiran unsur kepolisian, perwakilan dunia usaha, dan jajaran BBPVP Medan mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung pelatihan vokasi, meningkatkan kompetensi tenaga kerja, serta memperluas akses masyarakat terhadap kesempatan kerja.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolrestabes Medan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjawab berbagai persoalan sosial, khususnya pendidikan, kemiskinan, dan pengangguran.
Salah satu peserta pelatihan vokasi nasional Batch 6 Tahun 2026 adalah Nurhabli Ridwan, warga Desa Beringin, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Ia merupakan Wisudawan Terbaik Program Pendidikan Green Leadership Indonesia Batch 1, GENRIES Alumni Forest Youthverse Sumatera 2025 Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) Kementerian Kehutanan, Kader Konservasi Alam binaan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, sekaligus pendiri (founder) Perhimpunan Penjelajah Alam Bencana dan Konservasi Generasi Rimba Alam Semesta (GRAS).
Pada 2026, Nurhabli meraih Juara I Apresiasi Wana Lestari Tingkat Provinsi Sumatera Utara kategori Kader Konservasi Alam. Penghargaan tersebut menjadi salah satu pencapaian dalam kiprah terbaiknya menggerakkan kegiatan konservasi alam dan pelestarian lingkungan.
Dalam pelatihan vokasi bacth 6 ini, Nurhabli mengikuti program pelatihan Pengelolaan Limbah Organik yang termasuk dalam bidang green job atau pekerjaan ramah lingkungan. Keikutsertaannya menjadi langkah strategis untuk memperluas kompetensi profesional sekaligus memperkuat kontribusinya dalam pengelolaan sampah, edukasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat berbasis keberlanjutan.
















































































































